topbella

7.2.10

keramahan itu menular...

Suatu sore di kampus...

Saya sengaja gak langsung pulang setelah kuliah beres. Sama seperti kebiasaan anak-anak bahasa yang lain, saya juga sering nongkrong di pentagon-nama gedung kuliah saya-dengan teman-teman satu angkatan dan kakak tingkat. Bahkan kami punya sebutan untuk 'kawanan' kami yaitu 'anak nongkrong pentagon' atau "pentagoners". Di pelatarannya kami bisa melihat orang-orang dan kendaraan berseliweran. Saat-saat seperti itu paling enak berkomentar tentang orang-orang yang lewat atau cuma watching people. Nah, suatu sore bus pariwisata lewat di depan kampus saya yang memang kebetulan letaknya sangat strategis itu. Tiba-tiba beberapa orang penumpang yang sepertinya juga mahasiswa melambaikan tangan pada kami dan say hello. Kami yang tadinya bengong menatap jalanan spontan tersenyum, melambai dan say hello juga. Besoknya kami mencoba hal yang sama yang dilakukan oleh orang-orang didalam bis kemaren ketika ada lagi bus yang lewat sore itu- kami say hello dan melambai- dan benar saja, keramahan seperti itu menular. Mereka pun melambai dan tersenyum pada kami.^-^

2.2.10

Si Hitam manis

Saya tidak sedang ngomongin kecengan atau binatang peliharaan. Yang saya maksud si hitam manis disini adalah minuman favorit saya yaitu kopi. Saat ini, kopi merupakan komoditas nomor dua yang paling banyak diperdagangkan setelah minyak bumi. Maka, tidak heran kedai-kedai kopi semakin menjamur di mall-mall atau tempat-tempat nongkrong lainnya, karena kopi merupakan sumber bisnis yang lumayan menjanjikan.  Lihat saja kerajaan starbucks. Sejarah kopi yang saya baca dari berbagai sumber di mulai sejak abad k 9 di dataran tinggi Ethiopia dari sana kemudian menyebar ke Mesir, Yaman, dan pada abad k 15 menyebar luas sampai ke Persia, Mesir, Turki dan Afrika utara. Kopi sempat dilarang karena efek rangsangan yang ditimbulkannya, akan tetapi karena popularitas minuman ini maka, larangan tersebut dicabut oleh Sultan Selim I dari kesultanan Ustmaniyah Turki. Dari dunia muslim, kopi menyebar ke daratan eropa dan minuman ini menjadi populer pada abad ke 17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke eropa. Dan Belanda juga lah yang membawa kopi ke Indonesia. Ada dua jenis kopi yang paling dikenal yaitu jenis Arabika dan Robusta. Jenis Arabika merupakan jenis favorit dan harganya lebih tinggi dari jenis Robusta. Saya pernah sengaja mencicipi kedua jenis ini untuk mengetahui apa yang membedakan Robusta dan Arabika, ternyata aroma yang kuat yang dimiliki oleh Arabika yang menjadikan harganya lebih tinggi dibanding Robusta. Jenis kopi yang banyak dinikmati penduduk Indonesia adalah jenis Robusta. Bisa dimaklumi karena keadaan ekonomi negara ini yang masih 'dibawah standar'. Saya pernah membaca disebuah buku, si pengarangnya ini pernah jalan-jalan ke Indonesia, dan dia sempat miris karena Indonesia merupakan negara pengimpor kopi terbesar kedua setelah brazil tapi masyarakatnya sendiri hanya bisa mencicipi kopi sachet. Bukan kopi kualitas tinggi. Kopi luwak yang termahal didunia pun berasal dari Indonesia...dan saya yakin belum ada yang mencoba kopi ini selain yang maksa, he. Saking gilanya dengan minuman ini, sehari saya bisa menghabiskan 3-4 cangkir kopi sendiri. Apalagi kalau sedang banyak tugas. Padahal itu tidak baik untuk kesehatan(katanya). Karena bagi saya kopi adalah gaya hidup.
 
berrycreme© DiseƱado por: Compartidisimo