
Sebelumnya akan kuberitahu, bahwa kamu tidak akan menemukan konflik berarti dalam cerita ini. Atau kamu akan menemukannya dengan caramu sendiri.
Satu episode dalam kehidupanku...
Hari ini-sama seperti kemarin dan kemarinnya lagi-aku bangun dengan perasaan sedih. Setiap pagi-tidak bisa dikatakan pagi karena jam menunjukkan pukul 10- aku akan bertanya " mau apa aku hari ini?!" aku benar-benar hilang arah. Hohoho jangan tanya berapa banyak buku self-help yang aku baca. Dari yang best seller sampe yang gak laku, dari pengarang luar sampe orang dalam. Setiap hari aku mencoba bergerak, membereskan kamar, olahraga, membaca, de el el. Setelah itu aku akan mendapati diriku sendiri sesenggukan di kamar 3x3 m ini. Kosong, mungkin itu tepatnya aku menggambarkan perasaanku. Biasanya aku habiskan waktuku dengan mengkhayal. Hari ini aku membaca antologi cerpen SenoGumira Adjidarma, dan seperti biasa, setelah selesai membaca beberapa paraghraph khayalanku terbang-terbang rendah di sekitar kepalaku. Rasanya begitu nyata-aku mendapat ide untuk dijadikan tulisan mungkin bisa dijadikan sebuah buku, lalu naskahnya aku kirim ke sebuah penerbitan, aku menunggu, dan datanglah berita itu-bahwa naskahku diterima-lalu masyarakat menyukai bukuku, buku ku best seller, dan aku tinggal hongkang-hongkang* kaki karena uang akan terus mengalir, aku keluar negeri, membiayai ortu naik haji, membiayai kuliah sepupu-sepupuku yang kurang mampu, aku masuk tv, terkenal, dan masyarakat tak sabar untuk menunggu karya-karya ku selanjutnya. sampai disitu aku akan lupa sejenak dengan kekosonganku.
Oh ya, hari ini aku akan ke kampus saja, pikirku setelah selesai membaca dan berkhayal. Bukan untuk bimbingan skripsi seperti yang dilakukan teman-temanku tapi untuk sekedar menghabiskan wktu hari ini. Ya ampun segitu banyaknya waktu yang aku punya sampai-sampai aku bingung menghabiskannya?! oke, aku mandi dulu.
Tiba dikampus kudapati muka-muka baru dan masih segar memenuhi kampus saat ini. Aku kejurusan saja, disana biasanya aku bisa menemukan teman-teman satu angkatan-walau hanya satu-dua orang. Tampaknya tidak ada teman satu angkatan ku datang hari ini. aku memutuskan meng sms salah satu atau salah dua dari mereka. Mereka membalas bahwa mereka sedang tidak ada jadwal bimbingan hari ini, jadi mereka tida ke kampus. Hufh...apa boleh buat, apa aku pulang saja?! Ah ya, aku akan ke kosan temanku saja. Aku berjalan menembus terik matahri siang itu yang seperti mencubit-cubit kulitku. Didepan kantin kampus, aku melihat anak-anak kecil ngamen. Tidk jelas apa yang mereka nyanyikan, mereka hanya menggumam seperti orang gagu dan mengandalkan alat musik "kecrek-kecrek" dari tutup botol untuk menutupi suara mereka yang pas-pasan. Hooo...itu kan anak mereka yang dulu masih sangat kecil ngamen disini ketika aku masih tingat 1-2. Ya ampun ternyata mereka sudah besar. Kelas berapa mereka sekarang ya? dulu sekali waktu kutanya..emmm aku lupa. Melihat mereka membuat aku tersadar bahwa aku tidak punya banyak waktu untuk kuhabiskan seperti yang aku kira.
Oke, aku memutuskan untuk pulang saja, mengerjakan skripsiku. Yup, semangat itu membakarku sama seperti matahari siang itu. Tiba dikamar, aku menyalakan laptop yang entah sejak kapan terkahir aku nyalakan....oh tidak, baru semalam aku menyalakannya kok,he. Ummm...ya tapi itu cuma untuk memutar lagu di playlist-itu saja. Baik, aku menuju ke foldr skripsiku. Klik...ya ampun apa ini!? Aku sama sekali belum menuliskan apa-apa! ini kan draft proposal ku yang ditolak tempo itu! Apa judul skripsiku yang baru ya?? Oh ya...itu. Aku meraih beberapa draft proposal kakak tingkat terdahulu yang aku pinjam...akhirnya kudapati punyaku yang terbaru. Sama sekali belum ada perbaikan. Dan saat itu yang ada dipikiranku adalah...I have no idea! Karena smangat yang masih membakar aku berniat ke perpustakaan. Setelah melempar map yang berisi proposal, aku buru-buru mengunc pintu kamar. Saat itu ada beberapa anak kosan yang menonton berit siang- berita yang semua isinya tentang kriminal-bad news- menoleh padaku dan berbasa-basi "mau kemana teh?" Ke kampus-jawabku singkat. Ya ampun aku tidak tahu apa yang ada dipikiran mereka saat itu. aku selalu takut jika mereka menggosipkanku dibelakang ketika pintu kubanting dari luar. Selama ini aku berusaha tampak selalu sibuk.
Sesampai di perpustakaan kampus, aku kecewa sekali. Yang kudapati adalah pengumuman bahwa perpustakaan akan ditutup samapai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Apa-apaan ini?! Ketika semangatku begitu menggebu-gebu sampai rasanya mau keluar lewat ubun-ubunku, dunia tidak bekerja sama denganku! Aku memutuskan pulang.
Jam baru menunjukkan pukul 1 siang. Aku menyetel alarm jam 2 siang, lalu aku tidur.
HP ku berdering- oh ternyata bunyi alarm. kumatikan alarm. Aku tertidur lagi.
Ketika bangun ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Aku bangun, berusaha mengumpulkan nyawa yang tercecer. Mimpi apa aku tadi? rasanya tidak ada. aku beringsut mengambil peralatan mandi.
Selesai mandi aku membaca lagi. Aku membaca sampai adzan maghrib menyadarkanku. Aku mendesah...setelah ini aku tidak tahu bagaimana akan mengahbiskan waktuku sebelum datang kantukku. Dan mau apa aku besok? I have no idea!