Kejadiannya sudah lama. Waktu itu saya mengantar teman saya ke klinik karena dia sakit. Kami mengantri, pasien datang dan pergi. Saat itu sudah hampir jam sembilan malam dan pengumuman yang tertera disana jam sembilan klinik tutup. Tapi ternyata yang sudah mendapat nomor antrian boleh terus menunggu. Kami lega. Tidak berapa lama seorang ibu datang membawa anaknya yang sakit. Beliau datang jam sembilan lewat. Dan mbak yang jaga resepsionis- yang dari awal kami datang tampak jutek-mengatakan pada si ibu kalau klinik sudah tutup. Tampaknya si ibu ngotot. Dan terjadilah perang mulut antara mbak resepsionis dengan si ibu tersebut. Tapi pasien yang lain hanya menonton termasuk kami. Mbak resepsionis menemui dokter dan dokter bersedia untuk menerima si ibu walau sudah habis waktu. Tapi tampaknya si ibu sudah terlanjur sakit hati dan komplen dengan pelayanan si mbak tersebut. Teman saya bilang pada saya ‘ seharusnya mbak nya jangan gitu ya, apa salahnya tetap diterima, si dokternya aja mau’ saya hanya menanggapi dengan tertawa- ya…saya selalu menanggapi pendapat teman-teman saya yang berbeda dengan yang ada dipikiran saya dengan tertawa…dengan itu saya merasa tidak mengecewakan teman saya dan saya tetap bisa menghibur diri karena tidak bisa mengungkapkan isi kepala saya- lalu apa saya setuju dengan sikap mbak resepsionis itu? tidak juga. Saat itu saya tidak ingin pro ke siapa-siapa. Saya prihatin dengan si ibu, bagaimana perasaan seorang ibu yang anaknya sakit, rela malam-malam keluar tapi ternyata mendapat perlakuan seperti itu?! tapi saya juga simpati dengan mbak resepsionis karena dia hanya menjalankan tugas, siapa yang tahu kenapa dia seperti itu hari itu?! mungkin saja dia lagi mendapat masalah dan tidak bisa menyembunyikannya?! Mungkin saja dia capek bekerja seharian dari pagi sampe jam Sembilan malam?! Mungkin dia sedang PMS?! Karena saya tahu mbak tersebut tampak menyesal, setelah pergi kebelakang(yang saya tebak dia sedang menangis) keluar dengan muka yang lebih bersahabat-dengan mata sembab dan hidung merah. Saya tidak yakin ada yang memperhatikan itu. Saya tidak bisa memilih pro si ibu atau si mbak resepsionis. Tapi tampak jelas sekali teman saya pro si ibu. Dan pasien lain? Mereka tampak tidak peduli. Setelah kami keluar dari klinik teman saya bercerita bahwa dia bilang ke dokter gimana ‘kelakuan’ mbak resepsionis terhadap si ibu dan si teman saya mengatakan “ lu tau gak dokternya bilang apa?” gak-jawab saya singkat “ yaaahhh mbaknya cuma menjalankan tugas aja” gitu. Wah, ternyata dokter itu juga berpikiran sama dengan saya. Tapi sebenarnya saya tidak suka melihat kejadian ribut2 seperti itu.

11.12.09
5.12.09
The Qunteetz
Apa qunteetz itu? Qunteetz adalah nama gang yang terdiri dari sekumpulan anak manusia yang punya misi. misinya gak penting bgt...yaitu nguntitin kecengan. Terdiri dari empat orang, yaitu kampret 1, kampret 2, kampret 3, dan kampret 4.Kampret 1 : Merupakan ketua gang yang secara otomatis sudah dikutuk jadi ketua seumur hidup. Selalu berusaha menyenangkan orang lain. Prinsipnya hitam diatas putih-ato sebaliknya. Suka ngegaring secara membabi-buta.
kampret 2 : Selalu berusaha melawan berat badannya yang terus naik secara signifikan. Tegar diluar rapuh didalam. Penggila kopi. Kalo ketawa sering gak kontrol.
kampret 3 : Drama queen. Selalu bisa menciptakan suasana. Sejak pake behel banyak cowok yang naksir- apa saya juga harus pake behel ya biar banyak yang naksir?!.
kampret 4 : Selalu melakukan kesalahan yang sama kedua, ketiga dan ke..ke..ke... kalinya. Crazy act. Suka tertawa diatas penderitaan orang lain- contoh: kalo ada yang jatoh bukannya dibantuin...malah diketawain.
Siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang berusaha menunjukkan existensinya didunia ini. Dengan melakukan hal-hal penting dan tidak penting. Dan saya menulis ini untuk membantu terus mengexiskan mereka.
3.12.09
"... bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian"
Suatu kali pernah saya menunjukkan foto-foto saya hasil dari 'berkunjung' ke beberapa tempat pada sodara. Seperti yang saya duga dia akan iri setengah mati dan pengen jalan-jalan juga, hehehe-memang itu tujuan saya. Dia sering menanyakan berapa duit untuk bisa pergi 'kesana'. Saya gak bisa prediksi karena selama ini saya cuma modal nekat dan gak pernah mau tau berapa duit yang habis.Waktu saya menunjukkan foto-foto pemandangan yang diambil teman saya waktu maen ke Argopuro, dia nanya " ini harus naek gunung dulu ya?" Saya jawab " iya. gambarnya kayak yang dikalender-kalender ya...gak perlu ke Kanada buat dapetin pemandangan bagus kayak gini" tambah saya memanas-manasi, padahal saya juga belum pernah ke sana:p. " Yah, kenapa seh mau lihat pemandangan kayak gini harus naek gunung dulu?" Begitulah isi gerutuannya. Iya juga ya-pikir saya. Tapi saya setujulah kalau secuil tanah surga itu 'dilemparkan' Tuhan di daerah gunung-gemunung. Bayangkan akibat yang timbul kalau disimpan di daerah padat penduduk... dan mudah dijangkau angkot?! Sama dengan mimpi ataupun cita-cita, untuk bisa melihat pemandangan seperti itu kita harus bersusah payah dulu. Setujukan ketika kita mendapatkan sesuatu dengan susah payah pasti rasanya BEDA! Capek, pegel, lemes, betis bengkak gak ada artinya ketika sampai di puncak. Langit terasa dekat, bahkan awan saja melintas dihadapan kita, melihat mobil-mobil dan rumah-rumah yang cuma segede semut, wah, luar biasa! Pokonya istilah bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian sangat cocok ketika naik gunung-asal lagi gak hujan aja. 'Cita-cita' saya yang belum kesampean adalah mendaki gunung Rinjani. Malu saya kalau sebagai orang Indonesia belum kesana (lebay mode on).Ibaratnya Rinjani itu 'Mekkahnya' para penggiat alam, belum lengkap 'rukunnya' kalo belum kesana, he.Do'akan saya bisa kesana ya.Sekarang saya masih berusaha mengumpulkan 'pundi-pundi amal' sebagai modal. Walopun belum nambah-nambah-masih 35ribu aja dari jaman kapan tau-tapi saya optimis aja. Jalan-jalan deh biar hidup kita kaya! Betul?!
30.11.09
Childhood
Hari ini tiba-tiba saya teringat masa kecil. Dulu sekali saya sering melambai dan berteriak sekuat tenaga-kayak orang yang terdampar-jika ada pesawat atau helikopter yang melintas di atas sana. Padahal saya tahu-dan sering diberi tahu- bahwa pilot ataupun penumpangnya tidak akan bisa mendengar saya- saya tidak peduli, makin kencang saya berteriak, hehe. Atau ketika malam hari raya, saya begitu excitednya sampai gak bisa tidur demi menuggu besok. Baju baru, takbiran, kumpul sama keluarga besar, silaturohim ke rumah tetangga, teman, etc. semua terasa menyenangkan! Bahkan, saya dan teman-teman saat itu-setiap idul fitri dan bukan saat open house-berani sekali silaturohim ke rumah bupati! Waktu kecil juga saya tidak takut hujan-hujanan, bukannya bete saya malah mengharapkan hujan cepat turun- berlarian, tertawa-tawa entah apa yang ditertawakan, membanting diri sendiri ke air. Dan ketika banjir datang saya girang banget! Soalnya bisa ikut temen mancing atau sekedar maen air. Maen petak umpet, kebut-kebutan pake sepeda roda empat, hahahaha... manjat pohon akasia depan sekolah. Waktu kecil saya ingin sekali cepat besar...Ketika besar semua terasa tidak berarti. Hal-hal kecil yang dulu begitu membuat saya bahagia tidak bisa saya nikmati dengan semangat anak kecil. Pesawat yang melintas sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi saya, hari raya tidak saya nikmati senikmat masa kecil, saya sudah malas kalau harus bersilaturohim, berkumpul dengan keuarga yang banyak nanya, de el el. Kalau dulu saya begitu beraninya masuk rumah pejabat daerah- sekarang nelpon dosen untuk bimbingan saja saya masih banyak mikir. Hujan? yang ada bete dan gak bisa ngapa-ngapain, apalagi banjir! Sekarang saya ingin kembali ke masa itu...
Tapi waktu tidak bisa diputar kembali, yang bisa saya lakukan adalah...tetap memelihara semangat anak-anak yang dulu saya miliki- gak banyak mengeluh, menertawakan banyak hal, selalu tertarik dengan hal-hal baru, dsb,dsb...
Have you ever feel that way?
26.11.09
10 things that make me happy ^^
1. Membuat orang yang saya sayangi (keluarga, temen, kecengan, pacar, etc) tertawa dengan joke saya.
2. Sampai di puncak gunung dengan selamat. Gak nyangka bisa nyampe...dan males turun untuk pulang...abis lemes, hehe.
3. Minum cokelat hangat di musim hujan seperti sekarang ini. Sore-sore nangkring di 'best spot' kamar dan menyeruput cokelat hangat dan bengong ngeliat hujan.
4. Menertawakan kisah cinta lama yang bodoh.
5. Maen bareng temen-temen
6. Bersambung...
25.11.09
Pasang Standar
Beberapa hari yang lalu ada event besar di bandung yang sempet saya 'hadiri'- kickfest. Tidak perlulah saya jelaskan kickfest itu apa. Saat itu antrian panjang sekali karena harus membeli tiket masuk. Saya menyempatkan diri untuk melihat ke sekeliling. Tidak seperti orang yang pura-pura sibuk dengan HPnya ato sok asik dengan temannya, saya lebih baik di pergoki sedang melihat orang2 ^-^. Emmm...saya liat...rata-rata yang datang adalah orang-orang dengan muka 'indie' dan stelan kelas distro smua. Saya perhatikan diri saya...nononono...jauh dari mereka. Saya jadi sedikit minder dan mikir...mungkin tempat ini bukan untuk saya. Tapi tanggung...pintu tiket sudah sangat dekat dan banyak orang yang mau dengan tempat yang saya tempati sekarang, he. Ada lagi kejadian lain, ada teman yang bilang saya gak cocok sama si anu. Saya seharusnya dengan si anu. Karena saya orangnya seperti ini dan si anu itu seperti itu. Kejadian lain adalah ketika saya dan teman membicarakan musik. Musik kesukaan teman saya itu yang bukan pasaran dan dengan lirik2 yang gak memble, kalo saya sendiri...saya gak pasang standar tentang musik...bukan hanya musik, makanan, cowok, hemmm begitulah...bagi saya yang penting chemistry, hahahahaha... hemmm...kayaknya saya sekarang harus pasang standar.
23.11.09
Sweet revenge
"I just wonder how many people i've killed in my mind"- The Vice Principale- Nobuta wo Produce. 'Kalimat indah' itu diucapkan oleh wakil kepala sekolah ketika Nobuta bertanya apakah beliau begitu membenci kepala sekolah? Beliau menjawab " aku sangat membencinya". Tapi mengutuki kepala sekolah agar botak perlahan-lahan saja tidak cukup-begitu pikir Nobuta ketika dia mendengar kutukan yang diucapkan oleh wakil kepala sekolah itu. Saat itu saya setuju apa yang diucapkan oleh Nobuta. Tapi kalimat yang kemudian diucapkan oleh sang wakil kepala sekolah pada Nobuta-dan saya- benar-benar membuat saya tersadar, intinya beliau bilang seperti ini 'orang bebas menentukan sikap ketika membenci seseorang, apakah dengan membalas secara langsung atau terus menyimpannya seperti api dalam sekam...dan saya cukup membunuh mereka dalam pikiran saya ...and i just wonder how many people i've killed in my mind'. Saya gak pernah terbersit untuk membunuh orang yang saya benci hanya dalam pikiran saja. Rasanya tidak cukup, pengennya tuh orang menderita! Tapi, setelah mendengar quote itu saya jadi merenunginya...iya..ya kita bisa melakukan apapun dengan pikiran kita. Jadi, siapa yang akan saya 'bunuh' malam ini ya?! hehehe...
20.11.09
Apa yang saya lakukan ketika bosan datang?!
" Bodo amat!" mungkin kata pertama yang keluar dari pembaca yang budiman(kalo ada yang baca). Tapi ide inilah yang tiba-tiba meletus(kayak bisul aja) dalam benak saya minta dikeluarkan. Kalo gak saya bisa jerawatan (so?!). Nah, saya ingat lagi beberapa hari yang lalu saya nangkring asik di partere (tempat mahasiswa duduk2 bengong, ato berdiskusi, berorganisasi, berpacaran, bebas asal sopan) menikmati sisa hari itu. Kami berusaha meneropong kantin kampus yang saat itu masih dipenuhi mahasiswa baru(huhuhu ketahuan deh udah tua), niat kami saat itu adalah ngobrol di sana sambil menyeruput kopi. Tapi kami tahu jam segitu mereka belum beranjak, biasanya jam-jam kuliah dimulai jam 1 siang. Tidak makan banyak waktu untuk membuat kami bengong dan mati gaya. Lalu saya nyeletuk " seneng deh ngelihat tingkah orang-orang dan mereka gak nyadar diliatin". Temen saya langsung berkomentar " lu kayak anak psikologi aja". Hemm saat itu dalam hati saya bicara " gak harus jadi anak psikologi untuk menikmati tingkah polah manusia. 'Watching people' saya menyebut istilah ini adalah salah satu kegiatan yang saya lakukan ketika bosan menyerang. Seperti meditasi bagi saya, ketika selesai melakukan 'kegiatan' ini energi dan gairah saya kembali menyembur. Melihat orang pacaran lagi berantem di tempat umum, melihat ada cowok yang asik angguk2 kepala dengan MP3 ato MP4 nya, ato cewek yang asik dengan bukunya, ato anak muda yang bengong meratapi masa depannya-mungkin dan lain-lain menjadi hiburan tersendiri bagi saya. Semua itu membuat saya kembali tersadar masa' masa muda saya mau dihabiskan dengan sebuah kebosanan yang membunuh! Akhir kata untuk menutup tulisan aneh dan gak penting ini, saya mengambil kalimat teman-teman seperjuangan "Ayo geraaaaaaaaaaakkkkk biar gak bego!".
17.11.09
Eco-life
Sebelum semua orang gembar-gembor tentang gloming(baca: global warming) dan hemat energi. Ibu saya sudah menerapkannya lebih dulu. Memang saat itu ibu saya gak mikir tentang dampaknya buat lingkungan tapi lebih ke sisi ekonomisnya. Tapi dari kebiasaan beliau yang juga ditanamkan ke seluruh keluarga maka, otomatis saya juga "ketular". Dulunya saya sebel banget karena lampu harus dimatiin kalo gak di pake-pengennya tetep terang terus, TV di matiin kalo gak ditonton-pengennya saya lagi biar gak sepi-sepi amat, makanan di piring harus "bersih" gak boleh bersisa, kalo gak pasti beliau ribut, waktu kita minta dibelikan mesin cuci aja biar gak repot nyuci beliau gak memenuhi "proposal" yang kita ajukan dengan alasan biaya nya bakal gede, dari SD-SMA saya disuruh jalan kaki aja kalo kesekolah-gak ada yang namanya merengek minta diantar- makanya betis saya segede batang pisang karena sudah "terlatih" dari kecil, dan masih banyak lagi kebiasaan "eco-life" yang diajarkan ibu saya dari kecil. Trus hubungan cerita-cerita diatas dengan eco-lifenya belah mana? tanpa sadar kebiasaan diatas sedikit banyak membantu pengurangan emisi karbon ke udara dan membuat tubuh lebih sehat. Selain hemat biaya listrik kebiasaan mematikan lampu, TV, dan alat elektronik lainnya dapat mengurangi pelepasanemisi karbon ke udara. Nah, mencuci tanpa mesin jg sama pada dasarnya lebih menghemat energi dan tubuh lebih sehat karena dipake gerak. Menurut beberapa sumber, limbah rumah tangga juga merupakan salah satu penyebab gloming. sisa makanan apalagi yang tidak bisa terurai cepat akan merusak lingkungan dan pemandangan. Makanya, ibu saya rese' banget kalo' beres makan piring masih ada sisa-sisa peradaban(baca:makanan) alasannya tidak lain karena susah nyucinya, nyampah, westafel kotor-hiiyyy jijik deh pokoknya! Bagaimana dengan jalan kaki, lagi-lagi ibu saya mikirnya ekonomisnya doank. Kalo bapak disuruh mengantar saya, wah anggaran buat bensin akan membengkak, saya sekolah disana, adik saya disitu, dan ibu di suatu tempat wah, boros! Makanya, biar hemat ibu saya saja yg diantar. Alhasil saya jadi jarang sakit karena tubuh terus digerakkan, hehehe. Eco-life memang sangat efektif diterapkan dari keluarga dulu. Karena pengalaman seperti ini akan terus tertanam sampai si anak besar nanti. Bayangkan kalo' sebagian besar keluarga-keluarga didunia memikirkan hal ini dan menerapkannya?! Seperti saya (hehehe bukan narsis ya) saya lebih milih jalan kaki daripada naik kendaraan kalo cuma berjarak 0-1km, saya lebih memilih ngucek baju sendiri dari pada harus ngelondri, saya juga rajin matiin lampu dan TV kalo ada yang nyala dan gak "kepake", makanan saya usahakan gak nyisa, dll. Sistem yang beliau terapkan manjur sekali. Saya pun juga jadi concern sama isu seperti ini. Meski gak total amat dalam memerangi gloming tapi setidaknya saya masih ada usaha, daripada yang cuma diam saja atau yang lebih parah lagi ,udahlah diam sembari nyinyir sama pejuang "save earth"...haduh jangan sampe deh! Yu ah proaktif!
7.11.09
no body's perfect...

Tidak dipungkiri lagi, tiap wanita ingin terlihat cantik mempesona walau yang mengaku cuek
sekalipun. Kita bisa melihat dari semakin maraknya iklan-iklan produk kecantikan di TV. Kita tidak bisa menyalahkan iklan-iklan tersebut karena seolah-olah membentuk opini publik bahwa cantik seharusnya begini atau begitu. Yang perlu kita tanyakan kenapa iklan seperti itu semakin marak? Tidak lain karena konsumennya sendiri-terutama cewek-yang ingin terlihat cantik. Artinya apa? Penjualan mereka meningkat karena permintaan banyak. Menjadi cantik tidak salah malah keinginan seperti itu termasuk positif-menurut saya. Hanya saja yang membuat saya terheran-heran keinginan tersebut bahkan sampai menjadi obsesi. Bayangkan, cewek umur 20an sudah mulai mencoba krim anti aging yang disarankan untuk wanita 40an ke atas! Kenapa hal ini terjadi? Karena mereka gak PD. Para cewek berharap dengan memakai krim X, mereka bisa "mengalihkan dunia" cowok-cowok. Saya juga tidak munafik bahwa saya ingin terlihat cantik salah satu alasannya adalah untuk menarik perhatian lawan jenis. Saya jadi ingat lagi, suatu sore saya dan teman saya yang saat itu sedang hopeless dengan kisah asmara kami, bertanya pada salah seorang teman cowok mengapa kami seperti tidak "diminati"?! Jangankan dapat pacar, di PDKT in pun enggak. Padahal, kami merasa kami gak ancur-ancur banget. Si temen cowok saya ini diam beberapa saat (dia pasti setuju kalo kami termasuk cakep:p) lalu tak berapa lama keluarlah kata-kata yang bikin dzziiiggg itu- singkat, padat, tepat sasaran- katanya begini " Jig lah maraneh dandan!" Terjemahan bebasnya bisa diartikan seperti ini " sana dandan lu pada!" Jengkel...pertamanya, tapi setelah saya perhatikan diri sendiri dari atas-kebawah-bawah-keatas-jeans kebangsaan yang cuma dicuci seingatnya, muka yang gak pernah kenal bedak, berat badan yang gak pernah dikontrol, t-shirt lagi t-shirt lagi, bener aje! Tapi kesininya saya jadi berterima kasih atas 'nasihat' beliau, he. Oke, balik ke topik cantik tadi, cantik sangat bisa diusahakan. Baca aja majalah-majalah remaja yang sering membahas isu ini. Banyak kok majalah-majalah cewek yang mengedukasi masalah ini.Hanya saja kalo sudah menggerogoti kepercayaan diri- misal bolak-balik ngaca tiap 5menit skali, poles sana-poles sini 10 ment skali, atur poni 7 menit skali, etc- ini berarti seseorang itu butuh alarm. Bagaimana dengan inner beauty yang kesannya lebih long lasting dan powerfull? Saya sangaaatt setuju. Tapi inner saja tidak cukup kan? Orang pertama-tama pasti dilihat fisiknya dahulu. Jangan seperti pengalaman saya pada 'jaman jahiliyah' itu. Ke PDan mengandalkan inner beauty(PD banget lo!), dan me nomorduakan outer beauty. Kalo udah merasa bener dengan inner beauty tinggal di bereskan outer nya, begitu juga sebaliknya. Kalo krim kecantikan dan "kebersihan hatimu" belum juga membangkitkan rasa PD mu, ingat saja satu hal- Nobody's perfect!
sekalipun. Kita bisa melihat dari semakin maraknya iklan-iklan produk kecantikan di TV. Kita tidak bisa menyalahkan iklan-iklan tersebut karena seolah-olah membentuk opini publik bahwa cantik seharusnya begini atau begitu. Yang perlu kita tanyakan kenapa iklan seperti itu semakin marak? Tidak lain karena konsumennya sendiri-terutama cewek-yang ingin terlihat cantik. Artinya apa? Penjualan mereka meningkat karena permintaan banyak. Menjadi cantik tidak salah malah keinginan seperti itu termasuk positif-menurut saya. Hanya saja yang membuat saya terheran-heran keinginan tersebut bahkan sampai menjadi obsesi. Bayangkan, cewek umur 20an sudah mulai mencoba krim anti aging yang disarankan untuk wanita 40an ke atas! Kenapa hal ini terjadi? Karena mereka gak PD. Para cewek berharap dengan memakai krim X, mereka bisa "mengalihkan dunia" cowok-cowok. Saya juga tidak munafik bahwa saya ingin terlihat cantik salah satu alasannya adalah untuk menarik perhatian lawan jenis. Saya jadi ingat lagi, suatu sore saya dan teman saya yang saat itu sedang hopeless dengan kisah asmara kami, bertanya pada salah seorang teman cowok mengapa kami seperti tidak "diminati"?! Jangankan dapat pacar, di PDKT in pun enggak. Padahal, kami merasa kami gak ancur-ancur banget. Si temen cowok saya ini diam beberapa saat (dia pasti setuju kalo kami termasuk cakep:p) lalu tak berapa lama keluarlah kata-kata yang bikin dzziiiggg itu- singkat, padat, tepat sasaran- katanya begini " Jig lah maraneh dandan!" Terjemahan bebasnya bisa diartikan seperti ini " sana dandan lu pada!" Jengkel...pertamanya, tapi setelah saya perhatikan diri sendiri dari atas-kebawah-bawah-keatas-jeans kebangsaan yang cuma dicuci seingatnya, muka yang gak pernah kenal bedak, berat badan yang gak pernah dikontrol, t-shirt lagi t-shirt lagi, bener aje! Tapi kesininya saya jadi berterima kasih atas 'nasihat' beliau, he. Oke, balik ke topik cantik tadi, cantik sangat bisa diusahakan. Baca aja majalah-majalah remaja yang sering membahas isu ini. Banyak kok majalah-majalah cewek yang mengedukasi masalah ini.Hanya saja kalo sudah menggerogoti kepercayaan diri- misal bolak-balik ngaca tiap 5menit skali, poles sana-poles sini 10 ment skali, atur poni 7 menit skali, etc- ini berarti seseorang itu butuh alarm. Bagaimana dengan inner beauty yang kesannya lebih long lasting dan powerfull? Saya sangaaatt setuju. Tapi inner saja tidak cukup kan? Orang pertama-tama pasti dilihat fisiknya dahulu. Jangan seperti pengalaman saya pada 'jaman jahiliyah' itu. Ke PDan mengandalkan inner beauty(PD banget lo!), dan me nomorduakan outer beauty. Kalo udah merasa bener dengan inner beauty tinggal di bereskan outer nya, begitu juga sebaliknya. Kalo krim kecantikan dan "kebersihan hatimu" belum juga membangkitkan rasa PD mu, ingat saja satu hal- Nobody's perfect!3.11.09
let's make fun of...

Banyak fakta menarik dan bermanfaat untuk mutu diri yang bisa kita ambil dari senyum dan tawa. Bukan sekedar luapan emosi semata. Contoh: anak TK tertawa 300x sehari sedangkan orang dewasa hanya 17x. Saya banyak menemukan informasi menarik seputar tawa dari berbagai sumber, diantaranya: tertawa bisa menurunkan berat badan. Para peneliti mengatakan jika kita tertawa selama setengah jam dalam sehari bisa membakar 100-120 kalori karena saat tertawa manusia mengeluarkan energi 20 persen, energi sebesar itu sama dengan kita berjalan selama 15-20 manit atau latihan angkat beban selama 18-27 menit! Super sekali sodara-sodara! katanya lagi, kalau kita rutin tertawa selama setengah jam dalam sehari selama sebulan penuh berat badan kita turun 1-2 kilogram! Jangan dikira kita harus tertawa setengah jam penuh dalam satu waktu ya, akumulasikan saja dalam sehari. Selanjutnya, tertawa ternyata menstimulasi sirkuit euphoria di otak dan menandakan bahwa anda seorang pribadi yang ramah. Bila sesuatu yang lucu terjadi, lepaskan saja tawa anda. Ini menarik, karena saya salah seorang yang tertawa agak berlebihan-katanya. Padahal saya merasa biasa saja. Ada lagi yang bilang mungkin karena morfim cokelat yang masih mengendap dalam tubuh saya membuat saya tertawa "lain dari yang lain". Saya cuma bisa bilang tidak ada rekayasa sama sekali dalam ketawa saya. Jika saya tertawa itu karena memang " I like your joke!" atau karena memang sesuatu itu lucu sekali dimata saya. Dan masih banyak lagi fakta-fakta menarik lainnya yang tidak saya tulis disini. Silahkan cari sendiri. Nah, kalo kita jarang ketawa dan stress, biasanya akan berpengaruh ke kulit. Orang yang stress bisa kita lihat dengan mudah dari raut wajahnya kan? kulit kusam, jerawat bersemi dll. Seperti kita ketahui tubuh kita merupakan satu kesatuan antara pikiran emosi serta fisik. ketika stress, otak akan mengirim sinyal kekulit dan kulit pun memberi reaksi terhadap sinyal stress tersebut. Begitulah cara kerjanya. Emmm... untuk menghindari stress mungkin kita bisa belajar dari sponge bob. "laugh your heart out, dance in the rain, cerish the moment, ignore the pain, love and learn, forget and forgive, because we have only one life to live"- Leslie.
2.11.09
monologue

Sebelumnya akan kuberitahu, bahwa kamu tidak akan menemukan konflik berarti dalam cerita ini. Atau kamu akan menemukannya dengan caramu sendiri.
Satu episode dalam kehidupanku...
Hari ini-sama seperti kemarin dan kemarinnya lagi-aku bangun dengan perasaan sedih. Setiap pagi-tidak bisa dikatakan pagi karena jam menunjukkan pukul 10- aku akan bertanya " mau apa aku hari ini?!" aku benar-benar hilang arah. Hohoho jangan tanya berapa banyak buku self-help yang aku baca. Dari yang best seller sampe yang gak laku, dari pengarang luar sampe orang dalam. Setiap hari aku mencoba bergerak, membereskan kamar, olahraga, membaca, de el el. Setelah itu aku akan mendapati diriku sendiri sesenggukan di kamar 3x3 m ini. Kosong, mungkin itu tepatnya aku menggambarkan perasaanku. Biasanya aku habiskan waktuku dengan mengkhayal. Hari ini aku membaca antologi cerpen SenoGumira Adjidarma, dan seperti biasa, setelah selesai membaca beberapa paraghraph khayalanku terbang-terbang rendah di sekitar kepalaku. Rasanya begitu nyata-aku mendapat ide untuk dijadikan tulisan mungkin bisa dijadikan sebuah buku, lalu naskahnya aku kirim ke sebuah penerbitan, aku menunggu, dan datanglah berita itu-bahwa naskahku diterima-lalu masyarakat menyukai bukuku, buku ku best seller, dan aku tinggal hongkang-hongkang* kaki karena uang akan terus mengalir, aku keluar negeri, membiayai ortu naik haji, membiayai kuliah sepupu-sepupuku yang kurang mampu, aku masuk tv, terkenal, dan masyarakat tak sabar untuk menunggu karya-karya ku selanjutnya. sampai disitu aku akan lupa sejenak dengan kekosonganku.
Oh ya, hari ini aku akan ke kampus saja, pikirku setelah selesai membaca dan berkhayal. Bukan untuk bimbingan skripsi seperti yang dilakukan teman-temanku tapi untuk sekedar menghabiskan wktu hari ini. Ya ampun segitu banyaknya waktu yang aku punya sampai-sampai aku bingung menghabiskannya?! oke, aku mandi dulu.
Tiba dikampus kudapati muka-muka baru dan masih segar memenuhi kampus saat ini. Aku kejurusan saja, disana biasanya aku bisa menemukan teman-teman satu angkatan-walau hanya satu-dua orang. Tampaknya tidak ada teman satu angkatan ku datang hari ini. aku memutuskan meng sms salah satu atau salah dua dari mereka. Mereka membalas bahwa mereka sedang tidak ada jadwal bimbingan hari ini, jadi mereka tida ke kampus. Hufh...apa boleh buat, apa aku pulang saja?! Ah ya, aku akan ke kosan temanku saja. Aku berjalan menembus terik matahri siang itu yang seperti mencubit-cubit kulitku. Didepan kantin kampus, aku melihat anak-anak kecil ngamen. Tidk jelas apa yang mereka nyanyikan, mereka hanya menggumam seperti orang gagu dan mengandalkan alat musik "kecrek-kecrek" dari tutup botol untuk menutupi suara mereka yang pas-pasan. Hooo...itu kan anak mereka yang dulu masih sangat kecil ngamen disini ketika aku masih tingat 1-2. Ya ampun ternyata mereka sudah besar. Kelas berapa mereka sekarang ya? dulu sekali waktu kutanya..emmm aku lupa. Melihat mereka membuat aku tersadar bahwa aku tidak punya banyak waktu untuk kuhabiskan seperti yang aku kira.
Oke, aku memutuskan untuk pulang saja, mengerjakan skripsiku. Yup, semangat itu membakarku sama seperti matahari siang itu. Tiba dikamar, aku menyalakan laptop yang entah sejak kapan terkahir aku nyalakan....oh tidak, baru semalam aku menyalakannya kok,he. Ummm...ya tapi itu cuma untuk memutar lagu di playlist-itu saja. Baik, aku menuju ke foldr skripsiku. Klik...ya ampun apa ini!? Aku sama sekali belum menuliskan apa-apa! ini kan draft proposal ku yang ditolak tempo itu! Apa judul skripsiku yang baru ya?? Oh ya...itu. Aku meraih beberapa draft proposal kakak tingkat terdahulu yang aku pinjam...akhirnya kudapati punyaku yang terbaru. Sama sekali belum ada perbaikan. Dan saat itu yang ada dipikiranku adalah...I have no idea! Karena smangat yang masih membakar aku berniat ke perpustakaan. Setelah melempar map yang berisi proposal, aku buru-buru mengunc pintu kamar. Saat itu ada beberapa anak kosan yang menonton berit siang- berita yang semua isinya tentang kriminal-bad news- menoleh padaku dan berbasa-basi "mau kemana teh?" Ke kampus-jawabku singkat. Ya ampun aku tidak tahu apa yang ada dipikiran mereka saat itu. aku selalu takut jika mereka menggosipkanku dibelakang ketika pintu kubanting dari luar. Selama ini aku berusaha tampak selalu sibuk.
Sesampai di perpustakaan kampus, aku kecewa sekali. Yang kudapati adalah pengumuman bahwa perpustakaan akan ditutup samapai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Apa-apaan ini?! Ketika semangatku begitu menggebu-gebu sampai rasanya mau keluar lewat ubun-ubunku, dunia tidak bekerja sama denganku! Aku memutuskan pulang.
Jam baru menunjukkan pukul 1 siang. Aku menyetel alarm jam 2 siang, lalu aku tidur.
HP ku berdering- oh ternyata bunyi alarm. kumatikan alarm. Aku tertidur lagi.
Ketika bangun ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Aku bangun, berusaha mengumpulkan nyawa yang tercecer. Mimpi apa aku tadi? rasanya tidak ada. aku beringsut mengambil peralatan mandi.
Selesai mandi aku membaca lagi. Aku membaca sampai adzan maghrib menyadarkanku. Aku mendesah...setelah ini aku tidak tahu bagaimana akan mengahbiskan waktuku sebelum datang kantukku. Dan mau apa aku besok? I have no idea!
Satu episode dalam kehidupanku...
Hari ini-sama seperti kemarin dan kemarinnya lagi-aku bangun dengan perasaan sedih. Setiap pagi-tidak bisa dikatakan pagi karena jam menunjukkan pukul 10- aku akan bertanya " mau apa aku hari ini?!" aku benar-benar hilang arah. Hohoho jangan tanya berapa banyak buku self-help yang aku baca. Dari yang best seller sampe yang gak laku, dari pengarang luar sampe orang dalam. Setiap hari aku mencoba bergerak, membereskan kamar, olahraga, membaca, de el el. Setelah itu aku akan mendapati diriku sendiri sesenggukan di kamar 3x3 m ini. Kosong, mungkin itu tepatnya aku menggambarkan perasaanku. Biasanya aku habiskan waktuku dengan mengkhayal. Hari ini aku membaca antologi cerpen SenoGumira Adjidarma, dan seperti biasa, setelah selesai membaca beberapa paraghraph khayalanku terbang-terbang rendah di sekitar kepalaku. Rasanya begitu nyata-aku mendapat ide untuk dijadikan tulisan mungkin bisa dijadikan sebuah buku, lalu naskahnya aku kirim ke sebuah penerbitan, aku menunggu, dan datanglah berita itu-bahwa naskahku diterima-lalu masyarakat menyukai bukuku, buku ku best seller, dan aku tinggal hongkang-hongkang* kaki karena uang akan terus mengalir, aku keluar negeri, membiayai ortu naik haji, membiayai kuliah sepupu-sepupuku yang kurang mampu, aku masuk tv, terkenal, dan masyarakat tak sabar untuk menunggu karya-karya ku selanjutnya. sampai disitu aku akan lupa sejenak dengan kekosonganku.
Oh ya, hari ini aku akan ke kampus saja, pikirku setelah selesai membaca dan berkhayal. Bukan untuk bimbingan skripsi seperti yang dilakukan teman-temanku tapi untuk sekedar menghabiskan wktu hari ini. Ya ampun segitu banyaknya waktu yang aku punya sampai-sampai aku bingung menghabiskannya?! oke, aku mandi dulu.
Tiba dikampus kudapati muka-muka baru dan masih segar memenuhi kampus saat ini. Aku kejurusan saja, disana biasanya aku bisa menemukan teman-teman satu angkatan-walau hanya satu-dua orang. Tampaknya tidak ada teman satu angkatan ku datang hari ini. aku memutuskan meng sms salah satu atau salah dua dari mereka. Mereka membalas bahwa mereka sedang tidak ada jadwal bimbingan hari ini, jadi mereka tida ke kampus. Hufh...apa boleh buat, apa aku pulang saja?! Ah ya, aku akan ke kosan temanku saja. Aku berjalan menembus terik matahri siang itu yang seperti mencubit-cubit kulitku. Didepan kantin kampus, aku melihat anak-anak kecil ngamen. Tidk jelas apa yang mereka nyanyikan, mereka hanya menggumam seperti orang gagu dan mengandalkan alat musik "kecrek-kecrek" dari tutup botol untuk menutupi suara mereka yang pas-pasan. Hooo...itu kan anak mereka yang dulu masih sangat kecil ngamen disini ketika aku masih tingat 1-2. Ya ampun ternyata mereka sudah besar. Kelas berapa mereka sekarang ya? dulu sekali waktu kutanya..emmm aku lupa. Melihat mereka membuat aku tersadar bahwa aku tidak punya banyak waktu untuk kuhabiskan seperti yang aku kira.
Oke, aku memutuskan untuk pulang saja, mengerjakan skripsiku. Yup, semangat itu membakarku sama seperti matahari siang itu. Tiba dikamar, aku menyalakan laptop yang entah sejak kapan terkahir aku nyalakan....oh tidak, baru semalam aku menyalakannya kok,he. Ummm...ya tapi itu cuma untuk memutar lagu di playlist-itu saja. Baik, aku menuju ke foldr skripsiku. Klik...ya ampun apa ini!? Aku sama sekali belum menuliskan apa-apa! ini kan draft proposal ku yang ditolak tempo itu! Apa judul skripsiku yang baru ya?? Oh ya...itu. Aku meraih beberapa draft proposal kakak tingkat terdahulu yang aku pinjam...akhirnya kudapati punyaku yang terbaru. Sama sekali belum ada perbaikan. Dan saat itu yang ada dipikiranku adalah...I have no idea! Karena smangat yang masih membakar aku berniat ke perpustakaan. Setelah melempar map yang berisi proposal, aku buru-buru mengunc pintu kamar. Saat itu ada beberapa anak kosan yang menonton berit siang- berita yang semua isinya tentang kriminal-bad news- menoleh padaku dan berbasa-basi "mau kemana teh?" Ke kampus-jawabku singkat. Ya ampun aku tidak tahu apa yang ada dipikiran mereka saat itu. aku selalu takut jika mereka menggosipkanku dibelakang ketika pintu kubanting dari luar. Selama ini aku berusaha tampak selalu sibuk.
Sesampai di perpustakaan kampus, aku kecewa sekali. Yang kudapati adalah pengumuman bahwa perpustakaan akan ditutup samapai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Apa-apaan ini?! Ketika semangatku begitu menggebu-gebu sampai rasanya mau keluar lewat ubun-ubunku, dunia tidak bekerja sama denganku! Aku memutuskan pulang.
Jam baru menunjukkan pukul 1 siang. Aku menyetel alarm jam 2 siang, lalu aku tidur.
HP ku berdering- oh ternyata bunyi alarm. kumatikan alarm. Aku tertidur lagi.
Ketika bangun ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Aku bangun, berusaha mengumpulkan nyawa yang tercecer. Mimpi apa aku tadi? rasanya tidak ada. aku beringsut mengambil peralatan mandi.
Selesai mandi aku membaca lagi. Aku membaca sampai adzan maghrib menyadarkanku. Aku mendesah...setelah ini aku tidak tahu bagaimana akan mengahbiskan waktuku sebelum datang kantukku. Dan mau apa aku besok? I have no idea!
1.11.09
I want to believe...
Aku ingin percaya bahwa suatu hari nanti aku akan keliling dunia, menggelandangi sudut-sudut bumi, melihat hasil penciptaan-Nya dengan mata kepala sendiri, berteman dengan orang-orang yang berbeda dari seluruh dunia.
Aku ingin percaya bahwa suatu suatu saat nanti aku menulis sebuah-atau beberapa buah buku. dan ketika aku mati orang-orang akan tetap mengenangku melalui karya-karyaku. dan aku tidak akan menyesal karena aku tidak hanya hidup lantas mati, tapi ada yang aku persembahkan untuk diriku dan dunia.
Aku ingin percaya bahwa dengan semua prasangka buruk dan carut-marutnya dunia ini masih ada orang-orang baik dengan prasangka baik.
Aku ingin percaya suatu saat nanti aku akan mendapatkan profesi yang aku idam-idamkan, menjadi seorang penulis ataupun editor. Ketika semua anak ditanya ingin jadi apa nanti kalo'besar mereka menyebutkan pilot, dokter, pengacara sedangkan aku penulis. Dan guruku berkenyit.
Aku ingin percaya suatu hari nanti aku akan punya gadget-gadget canggih dan keren:p
Aku ingin percaya bahwa aku bisa...
Aku ingin percaya bahwa suatu suatu saat nanti aku menulis sebuah-atau beberapa buah buku. dan ketika aku mati orang-orang akan tetap mengenangku melalui karya-karyaku. dan aku tidak akan menyesal karena aku tidak hanya hidup lantas mati, tapi ada yang aku persembahkan untuk diriku dan dunia.
Aku ingin percaya bahwa dengan semua prasangka buruk dan carut-marutnya dunia ini masih ada orang-orang baik dengan prasangka baik.
Aku ingin percaya suatu saat nanti aku akan mendapatkan profesi yang aku idam-idamkan, menjadi seorang penulis ataupun editor. Ketika semua anak ditanya ingin jadi apa nanti kalo'besar mereka menyebutkan pilot, dokter, pengacara sedangkan aku penulis. Dan guruku berkenyit.
Aku ingin percaya suatu hari nanti aku akan punya gadget-gadget canggih dan keren:p
Aku ingin percaya bahwa aku bisa...
31.10.09
belajar dari film
Akhri-akhir ini saya lagi gemar-gemarnya nonton film. Walopun cuma dalam format DVD tapi saya puas karena lebih private. Apalagi banyak film jadul yang belum saya tonton saya temukan di rak-rak rental DVD. Ada beberapa film yang masih membekas dalam ingatan saya sampai saat ini. yaitu: "Life is Beautiful" yang diperankan oleh Roberto Begigni(semoga saya gak salah ketik). berlatar negara Itali sekitar tahun 30-40an ketika NAZI sedang jaya-jayanya. Ceritanya sederhana sekali, bagaimana seorang ayah membuat anaknya tidak merasakan penderitaan yang dibuat oleh NAZI, bagaimana kerja sang ayah agar anaknya tetap merasa berada dalam sebuah permainan ketika mereka ditahan di camp konsentrasi. Kisah ini berakhir tragis, karena akhirnya sang ayah ditembak mati oleh seorang tentara jerman. Yang membuat saya berderai air mata adalah sang ayah masih berusaha dan bisa membuat anaknya tertawa di hari terakhirnya. Film yang kedua yaitu, Atonement. Diperankan oleh Kiera Nightly(Cecilia). berlatar Inggris tahun 30an. Isi film ini sebenarnya klasik, bahwa seorang anak pembantu jatuh cinta dengan anak majikan dan mereka saling mencintai. Yang membuatnya spesial adalah ketika prasangka berubah menjadi petaka. Briony(adik Cecilia) juga mencintai anak pembantu mereka.Yang tidak ia ketahui adalah cinta kakak dan anak pembantunya-yang bernama Robbie- begitu dalam. Api cemburu dan prasangka telah membuat Briony membuat kesaksian palsu bahwa Robbie memperkosa sepupu mereka Lola. Yang terjadi akhirnya Robbie dipenjara dan meninggal di medan perang dengan menyimpan kerinduan yang dalam terhadap Cecilia, sedangkan Cecilia kabur dari rumah dan tidak pernah mau berbaikan dengan keluarganya, ia pun meninggal secara tragis ketika mengungsi, dan Briony yang terus merasa bersalah sampai akhir hayatnya karena menghalangi bersatunya dua insan yang sama-sama ia cintai. film ketiga yaitu, The Reader. juga berlatar zaman NAZI-di Jerman. diperankan oleh Kate Winslet. Film ini berkisah tentang cinta terlarang dan kebohongan. Cinta seorang bocah 15 tahun dengan wanita berumur 30an. Yang tidak diketahui si bocah adalah bahwa wanita nya menyimpan begitu banyak rahasia.Dan si wanita tidak tahu bahwa apa yang telah dilakukannya pada sang bocah begitu membekas dan begitu banyak merubah tujuan hidup si bocah. Selama hubungan terlarang mereka, si bocah selalu membacakan cerita untuk si wanita, setelah itu mereka akan bercinta-begitu seterusnya. Sampai suatu ketika si wanita pergi tanpa pamit dari kehidupan sang bocah. Mereka dipertemukan lagi dalam sebuah kasus dimana si wanita menjadi tersangka penjahat perang pada zaman NAZI. Dan si bocah yang saat itu sebagai mahasiswa hukum melihat jalannya sidang. Akhirnya si bocah menydari bahwa si wanita tidak bisa baca-tulis sama sekali. Namun ia malu mengakuinya, dan karena ia tidak bisa baca tulis ia dimanfaatkan oleh teman-temannya sesama terdakwa dan mendapat hukuman seumur hidup. Untuk lebih detailnya silahkan tonton sendiri filmnya. Ya... memang lebih banyak bergenre drama. Tapi bukankah kehidupan juga penuh drama. Karena itulah saya bisa bilang kita dapat belajar dari film. Belajar bagaimana bersikap ditengah kemelut hidup, belajar untuk membuang jauh prasangka buruk, belajar untuk jujur sebelum kita sadar kita sudah menghancurkan impian manusia yg lain.
7.10.09
untitled
tulis apapun yang ingin kamu, saya, kita tulis. gak peduli se-gak cerdasnya(menurut kamu mungkin) tulisan itu. yup, keep posting! segitu aja dulu...bersambung...
1.10.09
the most embrassing moment in my life
1. nulis surat penolakan cinta sebanyak tiga halaman A4! pas dikasih...baru nyadar kalo itu katro banget. siapa yg mau baca tiga lembar! kayak pidato kenegaraan aja!
2. jatuh dari motor(kejadiannya belum lama ini). waktu itu mau ke kampus sodara. tiba didepan kampus tetangga ada jalan rusak dan si sodara ini gak ngerem...alamat kita nyungkur nyium aspal. gak tau deh gimana posisi saat itu! malunya mengalahkan sakitnya!
3. salah mengucapkan nama perhimpunan jurusan sendiri waktu ditunjuk jadi MC! walopun udah dibantu ratusan(lebay) orang yang hadir teteup aja aku keukeuh nyebutin yg salah. lidah aku stuck kayaknya. semua orang disana ngetawain termasuk kecengan.
4. kejadian ini terjadi beberapa tahun silam waktu naik salah satu gunung. karena track yang licin aku jadi sering terpeleset. nah, ketika nyampe di track yang terjal bgt aku gak bisa naik. takut sih sebanarnya. aku minta "didorong" sama temen aku yang jelas2 beda gender. tadinya dia menolak karena itu berarti dia harus memegang pantatku. tapi dari pada dia gak bisa maju akhirnya "terpaksa" juga dia. haduh malunya! jadi siapa yang malu sebenarnya?!
5. bersambung...
2. jatuh dari motor(kejadiannya belum lama ini). waktu itu mau ke kampus sodara. tiba didepan kampus tetangga ada jalan rusak dan si sodara ini gak ngerem...alamat kita nyungkur nyium aspal. gak tau deh gimana posisi saat itu! malunya mengalahkan sakitnya!
3. salah mengucapkan nama perhimpunan jurusan sendiri waktu ditunjuk jadi MC! walopun udah dibantu ratusan(lebay) orang yang hadir teteup aja aku keukeuh nyebutin yg salah. lidah aku stuck kayaknya. semua orang disana ngetawain termasuk kecengan.
4. kejadian ini terjadi beberapa tahun silam waktu naik salah satu gunung. karena track yang licin aku jadi sering terpeleset. nah, ketika nyampe di track yang terjal bgt aku gak bisa naik. takut sih sebanarnya. aku minta "didorong" sama temen aku yang jelas2 beda gender. tadinya dia menolak karena itu berarti dia harus memegang pantatku. tapi dari pada dia gak bisa maju akhirnya "terpaksa" juga dia. haduh malunya! jadi siapa yang malu sebenarnya?!
5. bersambung...
3.9.09
A pray
i asked for strength
and God gave me difficulties to make me strong
i asked for wisdom
and God gave me problem to solve
i asked for prosperity
and God gave me brains to work
i asked for courage
and God gave me danger to overcome
i asked for love
and God gave me trouble people to help
i asked for favors
and God gave me opportunities
i received nothing that i wanted
i received everything that i needed
my prayer has been answered
(NN)
puisi diatas gak sengaja saya temukan di sebuah tabloid lama yang iseng-iseng saya buka. ketika ditemukan, puisi ini diketik dengan font yang keciiil banget. nyaris gak kebaca. tapi selesai membacanya saya langsung mencatat ulang. takut kalo-kalo fontnya makin mengecil dan hilang sama sekali, hehe. sumpah puisi ini dalem banget and bener banget. selama ini saya selalu meminta tapi yang saya dapat lain dari keinginan. tapi Tuhan maha tahu apa yang terbaik bagi hambaNya. walopun sempet protes dengan pemberianNya tapi lama kelamaan saya nyadar...saya jadi lebih dewasa.
and God gave me difficulties to make me strong
i asked for wisdom
and God gave me problem to solve
i asked for prosperity
and God gave me brains to work
i asked for courage
and God gave me danger to overcome
i asked for love
and God gave me trouble people to help
i asked for favors
and God gave me opportunities
i received nothing that i wanted
i received everything that i needed
my prayer has been answered
(NN)
puisi diatas gak sengaja saya temukan di sebuah tabloid lama yang iseng-iseng saya buka. ketika ditemukan, puisi ini diketik dengan font yang keciiil banget. nyaris gak kebaca. tapi selesai membacanya saya langsung mencatat ulang. takut kalo-kalo fontnya makin mengecil dan hilang sama sekali, hehe. sumpah puisi ini dalem banget and bener banget. selama ini saya selalu meminta tapi yang saya dapat lain dari keinginan. tapi Tuhan maha tahu apa yang terbaik bagi hambaNya. walopun sempet protes dengan pemberianNya tapi lama kelamaan saya nyadar...saya jadi lebih dewasa.
4.6.09
cinta sejati itu...
aku pernah menyakiti hatinya
sering malah...
tapi dia selalu meneleponku
dan menanyakan kabarku
dia bukan sok baik, aku tau
dia tidak pernah menyerah atasku
karena dia ibuku
sering malah...
tapi dia selalu meneleponku
dan menanyakan kabarku
dia bukan sok baik, aku tau
dia tidak pernah menyerah atasku
karena dia ibuku
meteor shower
ini tentang masa lalu. pukul 9 malam ayah dan ibu masih di beranda rumah bercerita tentang hari yang mereka lalui tadi siang dan berencana untuk esoknya. adik dan kakak duduk dilantai beranda, mendengarkan ayah dan ibu, berusaha untuk mengerti tiap apa yang mereka ucapkan. nyamuk sedikit mengganggu kerja keras dan konsentrasi adik dan kakak. adik mengalihkan pandangan ke langit... siiiiing ( bintang jatuh) "kakak!"seru adik, dan kakak mengikuti arah telunjuk si adik...
malam itu langit dipenuhi bintang dan meteor-meteor yang beratraksi. mereka memandang takjub dengan kepala mendongkak dan mulut menganga. "ayo kita buat permohonan!"ajak si kakak. merekapun memohon untuk masa depan-lebih baik.
malam itu langit dipenuhi bintang dan meteor-meteor yang beratraksi. mereka memandang takjub dengan kepala mendongkak dan mulut menganga. "ayo kita buat permohonan!"ajak si kakak. merekapun memohon untuk masa depan-lebih baik.
23.3.09
my first poetry
Puisi ini dulu pernah saya posting disini, kali ini saya akan me-repostnya, he. Ini puisi pertama saya. Biasa saya tidak suka dengan puisi. Tapi setelah saya coba membuat satu saya mulai tertarik. Tidak seperti membuat tulisan yang lain, puisi membuat kita benar-benar memilih kata, bermain dengan kata-kata dan memadatkannya. Menyenangkan juga begitu banyak yang menafsirkan puisi yang kita buat. Saya tidak tau banyak tentang puisi tapi saya mulai menyukainya. Diantara beberapa puisi yang saya buat ini yang paling saya suka. Tidak tau mengapa, tapi ini adalah curahan hati saya tentang sepi dan bahwa rumah adalah tempat kembali yang baik dan menenangkan.
Home Sweet Home
By: Me
By: Me
Dan kita akan terbiasa
Dengan sepi ini
Karena sebelum dia datang
Kita lebih dulu bertahan
Pun jika dia pergi
Tidak ada yang perlu ditangisi
Dengan semua sepi ini
Karena kita lebih dulu disini
Langganan:
Postingan (Atom)

