topbella

22.8.10

Seribu Kunang-kunang di Bandung

Pernah baca atau dengar karya Umar Kayam yang Seribu Kunang-kunang di Manhattan? Saya pertama kali membacanya ketika saya duduk di bangku SMA. Ketika membacanya saat itu saya sebenarnya tidak terlalu mengerti apa maksud yang ingin disampaikan penulis. Berat! Itulah yang disampaikan kapasitas otak SMA saya dulu, hanya sekedar membaca tapi belum bisa mengapresiasinya. Yang saya ingat cerpen ini mengisahkan tentang obrolan dua insan dimalam hari di sebuah apartemen dikota Manhattan(semoga saya tidak salah). Saya terus membaca sampai habis...dimana siy bagian yang ada kunang-kunangnya di Manhattan??? Karena jujur saat itu saya tergila-gila dengan kunang-kunang makanya saya pinjam buku itu. Alangkah polosnya saya. Seribu kunang-kunang di Manhattan pun terlupakan. Suatu kali di malam tahun baru 2007 saya dan beberapa teman merayakan tahun baru di gunung batu, Lembang. Dari atas sana saya bisa melihat city lite 360 derajat, lampu-lampu kota Bandung, Lembang dan sekitarnya. Saat itu saya menggumam..."seperti kunang-kunang". Dan saat itu saya sadar bahwa tidak ada kunang-kunang di Manhattan, tapi lampu-lampu kota yang beribu-ribu banyaknya yang dilihat dua insan dari apartemen mereka di Manhattan lah kunang-kunangnya. Akhirnya bisa juga saya melihat seribu kunang-kunang.

7.8.10

People Around Da World

I always wonder…tentang orang-orang dibelahan bumi lain. Apa yang mereka makan? Apa yang mereka pakai? Apa yang  mereka sukai? Saya belum mampu untuk menjelajahi sudut-sudut bumi ini, maka saya sangat suka sekali membaca buku jalan-jalan, dan menonton acara jalan-jalan (ke negara lain khususnya). Dari situ saya bisa melihat kebudayaan mereka, ekspresi mereka, dan bagaimana mereka menanggapi isu-isu global yang hangat diberitakan. Pernah suatu kali saya menonton Oprah Show yang tayang di salah satu stasiun TV favorit saya( karena acara-acara stasiun TV ini gak lebay dan informatif banget). Saat itu salah satu reporter Oprah menanyakan kira-kira siapa yang akan menjadi peraih Oscar tahun 2009? Dan kebanyakan dari mereka menjawab ‘Slumdog Millioner’. ( Btw, saya suka film ini). Yang saya soroti adalah ketika si reporter meminta orang-orang tersebut menari seperti adegan penutup film tersebut, dan mereka dengan senang hati memperagakannya( dan itu membuat saya juga ingin joged india!). Saya membayangkan bagaimana jika si reporter meminta hal tersebut pada orang Indonesia? Hehehe… karena sejauh pengamatan saya terhadap orang-orang disekitar saya bahwa kita-orang Indonesia- tidak se-ekspresif orang-orang diluar sana dalam mengungkapkan perasaan mereka. Coba kita kenang semasa SD dulu, jarang sekali kita secara sukarela menjawab soal yang diberikan guru-kecuali kalau ditunjuk guru. Kalaupun ada biasanya karena didikan dari rumah. Tapi dengan semua kelebihan dan kekurangannya Indonesia tetap tanah air beta, hehehehe.

2.8.10

Ngopi dulu!

Kapan ya tepatnya saya mulai mengonsumsi kopi? Yang saya ingat waktu di SD dulu setiap pagi sebelum berangkat sekolah saya selalu disuruh menyeruput kopi oleh bapak. Tidak tanggung-tanggung kopi hitam. Beliau akan dengan sukarela menuang kopinya yang masih ngebul ke piring kecil untuk kami seruput. Kata bapak “biar gak ngantuk”. Tentu saja susu juga ada, tapi susu lebih banyak kami nikmati sebagai cemilan. Ya…tau kan susu kental manis itu apalagi yang cokelat…nyam…nyam…! Saya sempat gak pede ketika pindah sekolah kesekolah yang baru bahwa sarapan saya adalah kopi. Waktu itu saya pindah kelas empat SD. Tapi ketidakPDan saya langsung luntur ketika menemukan teman senasib. Namanya Dian. Dia lebih PD dari saya karena membawa tempat minum berisi kopi hitam. Alasannya sama kayak bapak saya “biar gak ngantuk”. Banyak anak-anak cowok yang menertawakannya, tapi dia cuma ikut tertawa dan tetap membawa kopinya setiap hari kesekolah! Saya kagum sekali padanya! Kecil-kecil dia sudah tau apa yang dia mau dan tidak banyak mendengar celaan teman-teman. Wah…tiba-tiba saya kangen padanya! Sekarang teman ngopi saya sudah banyak. Bahkan saya jadi dekat dengan orang-orang yang tadinya tidak begitu akrab karena satu alasan…kopi.
 
berrycreme© DiseƱado por: Compartidisimo