Suatu kali saya pernah marah. Marah saya kala itu terbilang produktif, karena dari marah itu saya menghasilkan sebuah cerpen dan cerpen itu menghasilkan uang. Beberapa tahun lalu ketika saya masih duduk di bangku SMA, suatu hari di perpustakaan, saya bercakap-cakap dengan guru Bahasa Indonesia tentang apapun. Sampailah pembicaraan beliau menanyakan tentang teman saya yang bernama Yuni, karena tumben hari itu saya hanya sendiri. Memang kami sudah seperti roda sepeda-kemana-mana berdua- saya bilang dia tidak masuk karena sakit. Lalu mulailah beliau mendeskripsikan Yuni itu anak seperti apa dan saya seperti apa. Saat itu saya iri sekali, beliau mendeskripsikan Yuni sangat detail dan…yah saya lupa lagi. Tapi ada kalimat yang tidak pernah saya lupa sampai saat ini yang beliau katakan pada saya “ kalau kamu biasa saja, gak ada sesuatu yang unik dari kamu” kurang lebih seperti itu! seperti biasa saya hanya tertawa-karena saya tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Tahu perasaan saya saat itu?! Seperti patah hati! Bukan karena saya mengagumi orang itu atau apalah, tapi ketika remaja bukankah kita sedang getol-getolnya mencari jati diri dan ingin menunjukkannya pada dunia?! Dan pada masa itu ada yang bilang didepan kamu-membuat kamu jadi bertanya…”iya gitu?!”- bahwa kamu anak yang biasa saja?! pulang dari sekolah saya langsung menyalakan komputer dan ‘mengabadikan’ kejadian tadi dalam sebuah cerita. Di endingnya saya menuliskan bahwa tiap orang unik. Bagaimanapun biasanya mereka, Tuhan pasti menyimpan keunikan dalam diri manusia-Dia menyimpannya untuk membedakan manusia satu dengan yang lain. sejak saat itu saya mulai melihat orang lebih dekat, melihat keanehan mereka sebagai sebuah keunikan. Now, words can’t bring me down!

18.4.10
15.4.10
"Sang Pengendali Air"
Tahu serial avatar milik nickelodeon yang dulu sering tayang di salah satu stasiun TV swasta? Serial ini sempat sangat booming, dari anak-anak sampe mahasiswa doyan banget mantengin serial ini-termasuk lah saya didalamnya.Cerita tentang seorang biksu yang bernama Aang yang merupakan reinkarnasi dari seorang avatar. Seorang avatar dapat menguasai dan mengedalikan empat elemen yang ada di bumi ini seperti api, air, tanah, dan angin. Aang sendiri berasal dari ‘klan’ pengendali angin. Masih ingat ceritanya kan? Kalo begitu tidak perlu saya ceritakan lebih lanjut. Nah, cerita kali ini masih tentang pengalaman saya dan teman-teman menyusuri pantai di pesisir selatan Jawa Barat dan kesan kami terhadap serial avatar. Bagi saya khususnya, cerita kali ini merupakan the best scene dari sekian banyak kejadian-kejadian yang kami alami. Selama seminggu berada di alam tentu saja banyak sifat-sifat aneh teman-teman saya yang keluar secara alami. Saya baru menyadari kalau anak-anak cowo’ sangat dan sering melakukan hal konyol. Saat itu saya sampai bermain ‘carilah lima perbedaan’ mereka di kampus dengan di alam. Saya jadi bertanya-tanya apa tanggapan kecengan mereka kalau tahu aslinya mereka seperti itu!? Menyambung cerita avatar diatas, teman-teman saya suka sekali bermain jurus avatar saat itu. mereka bermain jurus pengendali air dengan ombak-ombak, jurus pengendali api ketika mau masak dan menyalakan perapian, jurus pengandali angin kalau ada angin datang, dan jurus pengendali tanah yang saya lupa lagi. Oww…tentu saja lengkap dengan pasang kuda-kuda sebelum mengeluarkan jurus. Saya dan Mita merasa sangat normal kala itu dan tentu saja kami menikmati hiburan tersebut. Ada kejadian ‘naas’ ketika para cowo ini mulai mengeluarkan jurus pengendali air. Salah satu rekan perjalanan saya- sebut saja namanya mawar(untuk melindungi identitas asli)- mulai bermain dengan jurusnya ketika itu. Saya tidak begitu tahu pasti bagaimana kronologis kejadiannya-karena saya berjalan didepan- tiba-tiba si mawar ini berteriak kesakitan. Saya yang saat itu ‘menjabat’ sebagai medic segera meluncur ke ‘TKP’. Saya tanya apa yang terjadi dan ketika rekan-rekan saya yang lebih dulu merubungi beliau bilang bahwa korban disengat ubur-ubur meledak lah tawa saya! sumpah! Saya tidak peduli dengan sakit yang beliau rasakan! Karena saya tidak dapat menghentikan tawa saya akhirnya si mawar dirawat oleh rekan saya Teo. Sampai si mawar bisa berjalan lagi saya masih saja tidak bisa menghentikan tawa saya. Bagi saya itu kejadian yang sangat memalukan! Karena beliau masih mengeluh bahwa kakinya masih sakit maka kami memutuskan untuk istirahat. Kami-yang sehat walafiat-memanfaatkan waktu tersebut dengan tidur siang. Setelah istirahat selama tiga jam lebih barulah mawar merasa baikan dan kami pun melanjutkan perjalanan.
3.4.10
Biskuat plus energen
Bukan maksud hati mau mempromosikan produk diatas, tapi cerita kali ini sangat berkaitan dengan dua produk diatas. Menyambung cerita insiden kecil yang terjadi ketika baru sampai di Pantai Sindang Barang- Cianjur selatan, paginya kami bangun dan melihat-lihat pemandangan sekitar. Hari sudah panas ketika kami selesai berbenah, padahal waktu itu jam baru menunjukkan pukul delapan pagi. Ketika waktunya sarapan, kami sedikit berdiskusi mau sarapan apa pagi itu. Salah satu rekan saya-yang bernama Bagja dan beliau ini orangnya dominan sekali- menyarankan kami cukup makan biskuat dan energen saja. Katanya lagi kalori yang dimiliki dua produk ini sudah mencukupi kebutuhan sampe siang nanti. Kami-yang sepertinya malas untuk masak-mengiyakan saja. Praktis sekali, tinggal ‘lep’ langsung berangkat. Baru jalan sepuluh menit anak-anak cowo' sudah rewel. Bilangnya bawaannya berat lah bilangnya laper lah…hah?! Yang bener aja! Saya tidak merasakan lapar sedikitpun. Tapi akhirnya kami pun memutuskan ‘istirahat’ dan mulai masak. Setelah beres masak,makan dan berbenah kembali, barulah para cowok ini 'diam seribu bahasa'. Saya ingat lagi, teman saya Mita-yang juga salah satu tim- pernah menyanyakan tentang insiden ini- apakah saat itu saya benar-benar merasa lapar? Saya bilang tidak sama sekali, dia pun berpikir seperti itu. Akhirnya kami menyimpulkan mungkin karena timbunan lemak di tubuh kami ini makanya kami sedikitpun tidak merasa lapar-karena ‘cadangan’ makanan masih banyak. Tidak seperti anak-anak cowok yang badannya rata-rata ‘tulang berbalut kulit’.
Ditempat ini kami memutuskan untuk masak ^-^.
1.4.10
skripshit!
Jengkel saya sudah mencapai ubun-ubun. Saya tidak sedang jengkel dengan orang lain. Saya sedang jengkel dengan diri sendiri. Beberapa menit yang lalu ibu saya menelepon dan menanyakan tentang skripsi saya! aduh, langsung mood saya jatoh…toh…toh! Saya frustasi! Bagaimana tidak…ini sudah semester 12 tapi saya belum juga lulus. Saya tidak berani bilang bahwa saya masih mengerjakan BAB(sensor), sedangkan ibu saya menduga saya sudah mau beres. Karena stiap ditelepon saya cuma ‘inggih-inggih’ saja. Pernah suatu hari ketik ke-lebay-an saya mencapai titik nadir…saya mikir apa saya mati aja ya biar smua beres. Weeeessss dasar lagi setan…eh maksud saya lagi dibawah pengaruh setan saya jadi mikir sedangkal itu. kalo dirunut-runut salah saya juga siy! Dulu saya banyakan maennya dan terlalu cuek sama kegiatan kuliah. Klasiklah. Jadi gimana sekarang?! Saya gak tau! Ibu saya mengira saya akan diwisuda Agustus 2010 ini. Tapi entahlah. Draft skripsi dikumpul akhir Mei sedangkan saat ini saya belum mengambil penelitian kekelas. Haduh!
Bersambung…
Bersambung…
Langganan:
Postingan (Atom)
