topbella

4.10.10

Home Sweet Home

Rumah saya dahulu dan sekarang. Dahulu rumah saya hijau. Banyak tanaman yang kami tanam saat itu. Ada pohon rambutan dua, ada apotik hidup yang berisi tumbuhan rempah-rempah dan obat-obatan seperti jahe, lengkuas, sere, de el el. Jadi kalo ibu saya membutuhkan rempah-rempah beliau tinggal menuju apotik hidup miliknya. Ada juga pinang hias dua, tapi sayang satunya lagi umurnya tidak sepanjang saudaranya karena terus-terusan diseruduk celeng(saya sudah pernah cerita kan rumah saya saat itu masih sepi dan daerah sarang kunti), ada juga jenis pinus hias, ada pohon cokelat yang tidak pernah berhenti berbuah, jambu air, pepaya, nangka, pisang, jambu biji, pohon jeruk yang mandul, pandan, tales, jeruk nipis segede-gede lemon, singkong-singkong, tebu-tebu, bunga-bungaan yang banyak jenisnya, ada suplir, ada asoka, melati, mawar, bugenvil de el el. Tebu dan jeruk nipis dan jambu air, buahnya lebih sering dijual oleh ibu saya. Banyak juga ya? Padahal halaman rumah saya kecil. Kalo dalam pertanian ada istilah tumpang sari kalo di halaman rumah saya mungkin tumpang tindih. Dan saat itu halaman rumah saya dilapisi rumput jepang yang menjalar bukan main cepatnya. Padahal waktu itu bapak saya Cuma nanem dua ato tiga bulatan kecil. Kata bapak nanti juga menjalar. Ada kisah lucu dibalik rumput jepang ini. Dimana bapak saya mendapatkannya? Ceritanya waktu saya masih kecil, sepulang dari madrasah sore saya pulang bareng bapak, ngeeeeeng…motor berjalan pelan diatas jalan raya. Belum sampai 200 meter bapak saya menghentikan motor. Beliau berhenti didepan rumah orang yang halamannya diselimuti rumput jepang. Tebal dan hijau. Menjalar sampai kejalan raya. Tak lama beliau mengeluarkan sekop kecil dan berjongkok. Ternyata beliau mengambil sedikit rumput jepang yang ada dijalan tersebut. Waktu itu saya takut sekali, gimana kalo orangnya keluar dan memarahi kami?! Saat itu saya berpositip thinking aja mungkin kemaren-kemaren beliau udah ijin, saya belum tau kalo tumbuhan sampe ke jalan raya hukumnya adalah milik bersama. Whahahaha sepertinya bapak saya sudah merencanakan lama sampe-sampe niat bawa sekop ‘portable’ segala. Sekarang rumah saya gersang. Rumput jepang diganti paving block, semua pohon ditebang habis. Yang tersisa hanya satu pinang hias kami, bunga-bungaan pun hanya tumbuh di pot-pot.
 
berrycreme© DiseƱado por: Compartidisimo