topbella

31.12.10

full of joy


pict 1 : Holiday!

 pict 2: Holiday too! :p

20.11.10

waktu senggang...

- baca buku( tapi pikiran kemana-mana)
- nonton film ato drama(khusus drama-berharap bisa seperti gadis dlm drama yg digilai cowo ganteng itu -_-")
- jalan-jalan( gimana kaki melangkah)
- beres-beres
- doing hobby(menulis, menggambar wajah teman-teman, dll)
- ngobrol(seneng dengerin orang ngobrol)
- nyanyi( sambil pegang sisir ato sesuatu yg menyerupai microphone didepan cermin)
- internetan sambil chatting
- gigitin kuku(tapi skg udah jarang)
- bengong(bener2 kosong)
- ngayal(keliling dunia, dating dg kecengan, nulis buku dan bukunya jadi best seller, wkwkwkw)
- smsan (dengan tmn, ortu, sodara, kecengan)
- monologue(topik ttg apapun)
- belajar make-up dan langsung dihapus(krn kyk ondel2)
- dengerin musik... sambil ikutan nyanyi(sambil joged2 juga)
- tidur(zzzz...)
- bermain peran(pasang beberapa expresi didepan cermin dan mulai bermain peran)
- ...

4.10.10

Home Sweet Home

Rumah saya dahulu dan sekarang. Dahulu rumah saya hijau. Banyak tanaman yang kami tanam saat itu. Ada pohon rambutan dua, ada apotik hidup yang berisi tumbuhan rempah-rempah dan obat-obatan seperti jahe, lengkuas, sere, de el el. Jadi kalo ibu saya membutuhkan rempah-rempah beliau tinggal menuju apotik hidup miliknya. Ada juga pinang hias dua, tapi sayang satunya lagi umurnya tidak sepanjang saudaranya karena terus-terusan diseruduk celeng(saya sudah pernah cerita kan rumah saya saat itu masih sepi dan daerah sarang kunti), ada juga jenis pinus hias, ada pohon cokelat yang tidak pernah berhenti berbuah, jambu air, pepaya, nangka, pisang, jambu biji, pohon jeruk yang mandul, pandan, tales, jeruk nipis segede-gede lemon, singkong-singkong, tebu-tebu, bunga-bungaan yang banyak jenisnya, ada suplir, ada asoka, melati, mawar, bugenvil de el el. Tebu dan jeruk nipis dan jambu air, buahnya lebih sering dijual oleh ibu saya. Banyak juga ya? Padahal halaman rumah saya kecil. Kalo dalam pertanian ada istilah tumpang sari kalo di halaman rumah saya mungkin tumpang tindih. Dan saat itu halaman rumah saya dilapisi rumput jepang yang menjalar bukan main cepatnya. Padahal waktu itu bapak saya Cuma nanem dua ato tiga bulatan kecil. Kata bapak nanti juga menjalar. Ada kisah lucu dibalik rumput jepang ini. Dimana bapak saya mendapatkannya? Ceritanya waktu saya masih kecil, sepulang dari madrasah sore saya pulang bareng bapak, ngeeeeeng…motor berjalan pelan diatas jalan raya. Belum sampai 200 meter bapak saya menghentikan motor. Beliau berhenti didepan rumah orang yang halamannya diselimuti rumput jepang. Tebal dan hijau. Menjalar sampai kejalan raya. Tak lama beliau mengeluarkan sekop kecil dan berjongkok. Ternyata beliau mengambil sedikit rumput jepang yang ada dijalan tersebut. Waktu itu saya takut sekali, gimana kalo orangnya keluar dan memarahi kami?! Saat itu saya berpositip thinking aja mungkin kemaren-kemaren beliau udah ijin, saya belum tau kalo tumbuhan sampe ke jalan raya hukumnya adalah milik bersama. Whahahaha sepertinya bapak saya sudah merencanakan lama sampe-sampe niat bawa sekop ‘portable’ segala. Sekarang rumah saya gersang. Rumput jepang diganti paving block, semua pohon ditebang habis. Yang tersisa hanya satu pinang hias kami, bunga-bungaan pun hanya tumbuh di pot-pot.

23.9.10

Mudik

Sebenarnya saya selalu merasa sedikit stress jika harus bepergian. Padahal saya suka bepergian. Hal-hal seperti memesan tiket, packing, ato' oleh-oleh sedikit membuat saya BT. Maunya hanya dengan mengerjapkan mata sepeti Jinny oh Jinny saya sudah tiba ditempat tujuan, hahaha. Mudik kemarin pulang kerumah nya sih santai, soalnya saya naik pesawat, tapi pulangnya saya gak dapat tiket pesawat yang dibawah 500ribu alhasil jadilah saya naik bis untuk kembali ke kota kembang. Saya berdo’a semoga orang yang duduk disebelah saya ketika di bis adalah cewe' seumuran saya (ato cowo' ganteng yang kalem, he). Saya gak mau kalo yang disebelah saya adalah kakek-kakek ato bapak-bapak ato ibu-ibu yang banyak nanya. Pertanyaan standar mereka “kuliah dek? Semester berapa??” gubrag! Alhamdulillah ternyata yang disebelah saya adalah cowo' berondong yang baru taun ini masuk universitas. Dia memanggil saya mbak, hehehe kerasa banget tua nya. Yang lucunya 32 jam perjalanan kami yang diisi dengan ngobrol dan makan(lebih sering dia yang traktir) tidak terlintas dalam benak saya untuk menanyakan namanya. Begitupun anak itu. ketika berpisah di Jakarta kami hanya saling senyum saja. Nih, saya kasih tau lose some get some naik transportasi udara dan darat (versi saya).
Pesawat (get some): cepat sampai tujuan, tidak perlu basa-basi dengan tetangga sebelah(jika anda bukan orang yang senang ngobrol), dandanan dari kosan sampe rumah gak rusak, termotivasi punya badan kayak mbak-mbak pramugari, badan gak soak, kalo mau tidur enak gak terganggu, etc…
Lose somenya: MAHAL, cuma bisa liat awan, awan, dan awan saja.
Bis (get some): bisa haha-hihi dengan sesama penumpang yang lain, bisa liat pemandangan, nemu hal-hal lucu diperjalanan yang panjang itu(saya pernah nemu tulisan di truk “rindumu tak seberat muatanku” wahahaha kirain cuma “do’a ibu” doank), murah, bisa merasakan naik kapal bagi yang belum pernah naik kapal laut.
Lose some: lama, tidur tak nyenyak, belum lagi kalo supirnya muter lagu dangdut ato lagu jadul kayak Nia Daniati yang isinya patah hati itu…beuuuh gak punya semangat hidup saya jadinya!, dandanan jadi ancur-cur-cur, etc…
Hal-hal seperti ini harus dirasakan sendiri. Karena saya pernah nemu teman seperjalanan mudik bahwa dia lebih suka naik bis daripada pesawat. Sebenarnya inti semua perjalanan adalah…ENJOY!

13.9.10

judul : bebaslah...

“10 tahun lagi kalian akan menertawakan kejadian sekarang” kurang lebih begitulah yang dikatakan professor kami pak Dadang disela-sela materi mata kuliah Histoire nya(apa literature ya?). Gak usah nunggu 10 tahun pak, sekarang saja saya sudah banyak menertawakan kejadian-kejadian bodoh yang sering saya lakukan ketika masih cupu-cupunya. Contoh, dulu saya pernah ngeceng cowok(sering ding), namanya juga ngeceng apa aja yang dia pakai terlihat keren, apa aja yang dia sukai saya juga suka, apa yang dia baca saya berusaha menemukan bukunya, apa yang dia kuasai saya berusaha menguasainya. Waduh repot! Contoh, si doi ini suka sebuah grup band asing yang musiknya gak saya banget (ini hanya masalah selera). Tapi saya berusaha mencari dan untung ada seorang teman yang punya dan dengan senang hati meminjamkan kasetnya (kaset?! Wah saya hidup tahun berapa ya?! Hehehe). Saya cuma dikasih pinjam yang album Hypnotize (hehehe band apa hayooo??). Nah, ketika saya dengerin kepala saya pusing(lebay ding), tapi saya tahan-tahan sampai sealbum habis saya dengarkan, bahkan saya berusaha menghapalkan liriknya! Trus saya cari info tentang band ini biar tar kalo ngobrol sama doi bisa nyambung, gyahahahaha… tidaaaak! Tapi sekarang saya lupa semua judul lagunya, apalagi lirik-liriknya. Saya gak habis pikir aja gitu kenapa saya bisa-bisanya menyukai apa yang tidak saya sukai. Sejak itu saya berusaha apa adanya saja, Hehehehe.

22.8.10

Seribu Kunang-kunang di Bandung

Pernah baca atau dengar karya Umar Kayam yang Seribu Kunang-kunang di Manhattan? Saya pertama kali membacanya ketika saya duduk di bangku SMA. Ketika membacanya saat itu saya sebenarnya tidak terlalu mengerti apa maksud yang ingin disampaikan penulis. Berat! Itulah yang disampaikan kapasitas otak SMA saya dulu, hanya sekedar membaca tapi belum bisa mengapresiasinya. Yang saya ingat cerpen ini mengisahkan tentang obrolan dua insan dimalam hari di sebuah apartemen dikota Manhattan(semoga saya tidak salah). Saya terus membaca sampai habis...dimana siy bagian yang ada kunang-kunangnya di Manhattan??? Karena jujur saat itu saya tergila-gila dengan kunang-kunang makanya saya pinjam buku itu. Alangkah polosnya saya. Seribu kunang-kunang di Manhattan pun terlupakan. Suatu kali di malam tahun baru 2007 saya dan beberapa teman merayakan tahun baru di gunung batu, Lembang. Dari atas sana saya bisa melihat city lite 360 derajat, lampu-lampu kota Bandung, Lembang dan sekitarnya. Saat itu saya menggumam..."seperti kunang-kunang". Dan saat itu saya sadar bahwa tidak ada kunang-kunang di Manhattan, tapi lampu-lampu kota yang beribu-ribu banyaknya yang dilihat dua insan dari apartemen mereka di Manhattan lah kunang-kunangnya. Akhirnya bisa juga saya melihat seribu kunang-kunang.

7.8.10

People Around Da World

I always wonder…tentang orang-orang dibelahan bumi lain. Apa yang mereka makan? Apa yang mereka pakai? Apa yang  mereka sukai? Saya belum mampu untuk menjelajahi sudut-sudut bumi ini, maka saya sangat suka sekali membaca buku jalan-jalan, dan menonton acara jalan-jalan (ke negara lain khususnya). Dari situ saya bisa melihat kebudayaan mereka, ekspresi mereka, dan bagaimana mereka menanggapi isu-isu global yang hangat diberitakan. Pernah suatu kali saya menonton Oprah Show yang tayang di salah satu stasiun TV favorit saya( karena acara-acara stasiun TV ini gak lebay dan informatif banget). Saat itu salah satu reporter Oprah menanyakan kira-kira siapa yang akan menjadi peraih Oscar tahun 2009? Dan kebanyakan dari mereka menjawab ‘Slumdog Millioner’. ( Btw, saya suka film ini). Yang saya soroti adalah ketika si reporter meminta orang-orang tersebut menari seperti adegan penutup film tersebut, dan mereka dengan senang hati memperagakannya( dan itu membuat saya juga ingin joged india!). Saya membayangkan bagaimana jika si reporter meminta hal tersebut pada orang Indonesia? Hehehe… karena sejauh pengamatan saya terhadap orang-orang disekitar saya bahwa kita-orang Indonesia- tidak se-ekspresif orang-orang diluar sana dalam mengungkapkan perasaan mereka. Coba kita kenang semasa SD dulu, jarang sekali kita secara sukarela menjawab soal yang diberikan guru-kecuali kalau ditunjuk guru. Kalaupun ada biasanya karena didikan dari rumah. Tapi dengan semua kelebihan dan kekurangannya Indonesia tetap tanah air beta, hehehehe.

2.8.10

Ngopi dulu!

Kapan ya tepatnya saya mulai mengonsumsi kopi? Yang saya ingat waktu di SD dulu setiap pagi sebelum berangkat sekolah saya selalu disuruh menyeruput kopi oleh bapak. Tidak tanggung-tanggung kopi hitam. Beliau akan dengan sukarela menuang kopinya yang masih ngebul ke piring kecil untuk kami seruput. Kata bapak “biar gak ngantuk”. Tentu saja susu juga ada, tapi susu lebih banyak kami nikmati sebagai cemilan. Ya…tau kan susu kental manis itu apalagi yang cokelat…nyam…nyam…! Saya sempat gak pede ketika pindah sekolah kesekolah yang baru bahwa sarapan saya adalah kopi. Waktu itu saya pindah kelas empat SD. Tapi ketidakPDan saya langsung luntur ketika menemukan teman senasib. Namanya Dian. Dia lebih PD dari saya karena membawa tempat minum berisi kopi hitam. Alasannya sama kayak bapak saya “biar gak ngantuk”. Banyak anak-anak cowok yang menertawakannya, tapi dia cuma ikut tertawa dan tetap membawa kopinya setiap hari kesekolah! Saya kagum sekali padanya! Kecil-kecil dia sudah tau apa yang dia mau dan tidak banyak mendengar celaan teman-teman. Wah…tiba-tiba saya kangen padanya! Sekarang teman ngopi saya sudah banyak. Bahkan saya jadi dekat dengan orang-orang yang tadinya tidak begitu akrab karena satu alasan…kopi.

26.7.10

Chapter Five (Wew!)

Dunia memang tidak akan pernah berhenti untuk menunggu saya. Suatu malam saya iseng buka fesbuk teman waktu di SMA dulu. Dia belum ada dalam list saya, dan sebenarnya saya tidak berminat memasukkan dia dalam koleksi teman-teman saya. Profilnya bisa dilihat dengan bebas, dan saya langsung menuju ke alamat blog dia ketika menemukannya di profilnya. Setelah dibuka tidak banyak yang bisa saya lihat, hanya beberapa puisi(semua puisi-dan saya tidak begitu suka puisi) tapi ada satu posting dia yang membuat saya menegakkan posisi duduk. Foto dia sedang duduk di sebuah taman yang sepertinya bukan di Indonesia, dan tulisan dibawah foto itu adalah “Venice”. Tidaaak! Disaat saya masih menghayal naik gondola di Venice- bahkan pernah sampai kebawa mimpi- dia sudah ada disana duduk disebuah tamannya! Ketika saya buka fotonya seolah-olah dia berjalan ke arah saya dan menonjok muka saya (perumpamaan yang berlebihan memang) tapi begitulah saya terkaget-kaget sendiri, teman saya -tidak bisa dibilang teman juga sih, soalnya kita dulu tidak begitu akrab- yang sama-sama bersekolah di SMA 1 BATANGHARI sudah melancong keluar sana!? Begitu banyak yang berubah.

23.7.10

Chapter Four (my family)

Saya selalu merasa keluarga saya aneh. Keluarga kami keluarga kecil. Ortu saya hanya punya tiga anak. Begitu pula paman2 dan bibi2 saya. Bapak saya cuma tiga bersaudara dan ibu saya lima. Untuk ukuran orang dulu anak segitu sedikit. Jadi, kalo ngumpul lebaran dengan ‘keluarga besar’…saya bisa kenal sepupu saya satu-satu. Balik lagi ke keanehan keluarga saya. Saya kasih contoh sedikit saja misalnya, ibu saya, disaat semua ibu menyimpan poto-poto anak-anak mereka ketika masih kecil ibu saya malah membuangnya, kata beliau ‘nyampah’. Tidak hanya poto, ibu saya juga ringan tangan membuang buku-buku bapak saya-kata beliau lagi ‘jadi sarang rayap’. Saya tidak tahu harus tertawa atau menangis. Pernah waktu pulang lebaran kemarin saya membongkar semua rak untuk mencari album poto. Saya mau mengumpulkan poto2 saya waktu masih kecil. Saya iri melihat teman-teman mengupload poto2 mereka waktu kecil. Ketika saya tanyakan kemana semua album itu ibu saya dengan enteng menjawab “tah…lah lamo dibuang”(entah…sudah lama dibuang). Kalo saya bisa mental seperti di film kartun saya mental saat itu! Lalu bapak saya. Pernah waktu saya masih SD, kami sekeluarga membersihkan pekarangan rumah baru kami. Bapak menggali gundukan tanah untuk meratakannya. Saat itu daerah saya masih sepi dan kata orang lagi masih jadi sarang kunti. Bapak menemukan beberapa telur yang panjang dari gundukan tanah itu. Beliau menyerahkannya pada saya dan memerintahkan telur itu untuk di kasih ke ibu saya supaya di masak. Saya curiga itu telur ular, tapi saya menurut saja. Tak lama ibu saya keluar dan ‘memarahi’ bapak saya karena itu telur ular! Mereka berdua berdebat itu telur apa, lama-lama kayaknya bapak saya sadar itu telur ular, tapi beliau keukeuh bilang halal aja kalo telur dimasak. Untung tidak ada yang mendengar perdebatan mereka karena kalo ada saya lebih baik ditelan bumi! Lalu saudara kembar saya, dia orang yang sarkastis dan sering sekali mendebat. Misalnya siapa juara ketiga waktu piala dunia di Korsel-Jepang. Dia dan temannya berdebat panjang soal ini dan dua-duanya salah! Lalu adik saya yang bungsu. Saya rada-rada gak bisa sabar kalau sudah berdiskusi dengan dia. Kalo saya orangnya impulsif dia orang yang terlalu lama mikir. Terlalu banyak pertimbangan sampai-sampai bisa saja saya tidur dulu baru akhirnya dia mengambil keputusan! Waktu masih kecil adik saya yang bungsu bilang kalau sudah besar nanti dia ingin jadi supir Bus. Apa sih yang ada dipikirannya?! Terakhir saya, tidak ada yang perlu diceritakan tentang saya, karena saya yang paling keren,hahahaha! Waktu jalan sore hari dengan seorang teman-kami sadar, siapa sih yang bisa menerima kita apa adanya selain keluarga?!

21.7.10

Cahpter Three(one of my fave book)

Kalimat-kalimat sarat makna berikut saya dapatkan dari buku Misteri Soliter karya Jostein Gaarder. Sama seperti buku-buku beliau yang lain, buku ini berisi tentang filsafat umum yang diracik menjadi sebuah fiksi sehingga enak dibaca dan mudah dicerna. Berikut beberapa kalimat yang ada dalam buku tersebut yang menginspirasi saya:

“ Makin cantik seseorang, makin sulit ia menemukan diri sendiri” – Ayah

“ Kau tak selalu bisa memilih kepada siapa kau akan jatuh cinta” – Hans Thomas

“ Di abad mendatang akan ada orang idiot duduk dengan remot control mengendalikan segala sesuatunya dari darat” –Ayah

“Mereka lebih tertarik pada makhluk-makhluk dari Mars dan piring terbang daripada tertarik pada semua teka-teki yang terbentang di depan mata. Aku tidak berpikir bahwa dunia merupakan sebuah hal yang kebetulan, Hans Thomas” – Ayah

“ Kukatakan memang aneh bahwa umat manusia begitu pandai dalam banyak hal- kami menemukan ruang angkasa dan komposisi atom…namun itu tak membuat kita lebih memahami akan diri kita yang sebenarnya” – Hans Thomas

“ Sejarah itu seperti dongeng panjang. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa sejarah benar-benar terjadi” – Hans Thomas

“ Tuhan duduk di surga menertawakan kita karena kita tidak percaya pada-Nya” – Ayah

“ Socrates dengan lantang berkata pada dirinya bahwa ia hanya tahu satu hal- yakni bahwa ia tidak tahu apa-apa” – Ayah

“ Orang yang paling bijak adalah orang yang tak memberi kesan tahu lebih banyak dari yang sebenarnya ia ketahui” – Hans Thomas

“ Kita adalah makhluk yang menua dan akan beruban. Kita adalah makhluk yang akan musnah. Tapi tidak demikian dengan mimpi-mimpi kita. Mereka bisa hidup dalam benak orang lain meski kita telah tiada” – Ayah

“ Betapa sedihnya jika seseorang terbentuk untuk terbiasa akan sesuatu yang luar biasa seperti kehidupan ini” – Hans Thomas

“ Joker adalah sosok kecil yang bodoh dan berbeda dari sosok lainnya. Dia bukan keriting, wajik, hati, atau skop. Dia bukan Sembilan atau delapan, raja atau pangeran. Dia orang luar. Dia ditempatkan dalam pak yang sama seperti kartu lainnya, tetapi bukan termasuk kelompok itu. Oleh karena itu, dia dapat dibuang tanpa ada seorang pun merasa kehilangan” – Hans Thomas

“Akulah joker! Jangan lupakan itu, tuan. Aku tidak seperti yang lainnya, kau tahu. Aku bukan raja atau pangeran, tapi aku juga bukan wajik, keriting, hati ataupun skop” – joker

“ Kau bisa melihat ribuan orang di sana, Hans Thomas. Maksudku, jika hanya salah seorang diantaranya mengalami hidup sebagai sebuah petualangan gila- dan maksudku, lelaki atau perempuan, mengalaminya setiap hari… maka dia adalah joker diantara satu set kartu” – Ayah

P.S. Pilih kalimat yang menurut kamu menarik and tell me why...thanx.

18.7.10

Investasi

Pengertian investasi yang saya temukan di wikipedia adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaiatan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva(aset) dengan suatu harapan mendapat keuntungan dimasa depan. Terkadang investasi disebut juga dengan penanaman modal. Menurut KBBI investasi merupakan penanaman modal atau uang disuatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Nah, menurut saya investasi sekarang ini mengalami perluasan arti. Invesatsi saat ini bisa berupa suatu yang bersifat kebendaan atau suatu yang gaib(baca: bukan benda), istilahnya modal yang kita tanam untuk tujuan kedepan, bisa dengan memperoleh keuntungan atau yang lainnnya. Ada beberapa hal dan beberapa benda yang menurut saya merupakan sebuah investasi, yaitu:
1. Sedekah atau amal jariyah lainnya, ini merupakan investasi diakhirat kelak. Kalau kita 'menginvestasikannya' dari sekarang insyaAllah diakhirat untung, he.
2. Jalan-jalan(baca: pengalaman), mengapa? Karena dengan jalan-jalan hidup kita akan kaya. Kaya akan pengalaman. Diperjalanan pasti banyak pelajaran hidup yang bisa kita ambil sebagai pelajaran, bukan hanya pemandangan.
3. Buku, menurut saya buku merupakan investasi kini dan masa depan yang bagus (setuju kan?). Buku memperkaya wawasan kita akan banyak hal. mulai dari membentuk kerangka berpikir sampai pengetahuan umum tentang apapun.
4. Jeans. Yup, celana jeans. Kenapa? Karena jeans itu merupakan fashion item yang tak lekang oleh waktu. Bingung mau pakai apa hari ini?! Jeans akan menyelamatkan anda.
5. Kemeja hitam dan putih. Kemeja hitam membuat anda terlihat lebih sophisticated dan langsing, bisa digunakan dalam kondisi apapun, kuliah atau pesta? No problemo! Bagaimana dengan kemeja putih? Ini sangat penting karena bisa dipakai ketika anda bekerja atau sedang melamar pekerjaan atau sedang dalam pelatihan kerja. Tidak diragukan lagi anda harus memiliki kemeja putih.
6. Converse. Kenapa converse? Kenapa bukan sneakers atau lainnya? Jawabannya karena converse bisa dikenakan dalam kondisi dan fashion item apapun(menurut saya). Pakai jeans? Tampak keren dengan converse. Pakai rok? Tetap cute dengan converse. Satu lagi...converse lebih ramah dikantong :p.
7. Sendal jepit. Benda yang satu ini benar-benar sebuah investasi. Mau ke warung? Sendal jepit. Mau ke WC? Sendal jepit. Pergi sholat ke mesjid? Sendal jepit. Mau tamasya? sendal jepit.
8. Photo album( dengan photo didalamnya) karena ketika kita sedih atau sudah tua nanti, benda ini yang menghibur kita dan mengingatkan kejayaan masa silam.he.
9. Celengan. Bebas mau bentuk ayam atau babi. Dan jangan lupa rutin diisi.
10. Rumah, Tanah, Emas. Bentuk investasi jadul tapi masih banyak peminatnya!

16.7.10

Enjoy Aja!

Hari seperti apa yang akan aku jalani?
Tugasku adalah menentukan hari seperti apa yang akan kujalani.
Hari ini aku bisa mengeluh karena cuaca hujan atau aku bisa bersyukur karena rerumputan tersiram dengan gratis.
Hari ini aku bisa bersedih karena tidak lagi memiliki uang atau aku bisa senang bahwa kondisi itu mendorongku untuk merencanakan belanjaku secara bijak dan mengimbangiku agar tidak bersikap boros.
Hari ini aku bisa mengeluh karena aku harus pergi sekolah, atau dengan semangat aku bisa membuka pikiranku dan mengisinya dengan berbagai pengetahuan baru.
Hari ini aku bisa mengggerutu atas kondisi kesehatanku atau aku bisa merasa senang bahwa aku masih hidup.
Hari ini aku bisa menangis karena bunga mawar memiliki duri atau aku bisa bersyukur bahwa duri memiliki bunga mawar.
Hari ini aku bisa bersedih karena temanku sedikit atau dengan bersemangat aku bisa mencari pertemanan baru.
Hari ini aku bisa merengek karena pergi kerja atau aku bisa gembira karena aku memiliki sesuatu untuk dikerjakan.
Tugasku adalah menentukan hari bagaimana yang akan kujalani.

Tulisan diatas saya temukan disalah satu majalah islami bacaan anak-anak kosan. Sudah lama sekali sebenarnya, hanya baru-baru ini saya mulai meresapinya. Kemarin-kemarin sering sekali saya merutuki hari saya yang begitu-begitu saja. Lama-lama saya jadi bosan sendiri and feel like a loser. Akhirnya saya memutuskan untuk menikmati semua, susah-senang, sedih-gembira, etc...etc... Yang perlu kita lakukan hanya mengubah mindset. Selamat menikmati hidup!

15.7.10

Chapter Two(it's all about me and always about me:p)

Kali ini adalah ‘pengalaman paling menyebalkan atau paling bodoh yang pernah saya alami’. Suatu kali waktu masih SMP- lebih tepatnya MTs- saya dan sodara pernah mengikuti PERSAMI(perkemahan sabtu-minggu) disekolah. Jujur saja saat itu saya tidak terlalu tertarik dengan apapun yang berkaitan dengan pramuka. Hanya saja pramuka disekolah saat itu sangat hidup sampai-sampai barangsiapa yang tidak mengikuti kegiatan tersebut akan dikenai denda atau hukuman esok paginya. Sangat mengintimidasi seseorang seperti saya yang bukan pembangkang. Saya orang yang selalu cari aman. Dengan setengah hati saya selalu setia mengikuti kegiatan tersebut selama tiga tahun saya disekolah itu! Jadi, balik lagi kekegiatan persami tadi. Nah, semua tampak baik-baik saja sampai suatu ketika ketua regu kami datang dan memberitahu kegiatan dan perlombaan yang harus diikuti setiap regu untuk mengisi persami itu. Saya sudah ada filing gak enak ketika ketua regu membacakan jenis-jenis lomba dan didalamnya ada perlombaan pantomime. Kenapa filing saya gak enak? karena setiap orang sudah kebagian lomba, itu berarti hanya pantomime yang tersisa untuk saya dan sodara saya. Semua mata tertuju pada kami dan dengan bahasa diplomasi yang basi ketua regu meminta kami untuk mengisi lomba ini. Pantomime?! Ya ampun, saya tidak bisa berpikir sama sekali?! Dengan ide cerita dadakan, saya dan sodara saya dibantu seorang teman menunggu giliran ‘manggung’. Saya ingat-ingat lupa apa yang saya lakukan saat itu. jangankan penonton saya pun tidak mengerti tema apa yang sebenarnya saya mainkan! Sebagai formalitas semua penonton bertepuk tangan setelah giliran saya usai. Hufh, untung tidak banyak yang menonton saat itu karena penonton lebih berminat menonton lomba lain yang lebih masuk akal daripada pantomime. Ketika semua lomba-lomba usai dan tiba saatnya pengumuman para juara, saya sudah tidak berminat sama sekali. Tapi saya ikut juga meramaikan acara penutupan itu. Nah, disinilah antiklimaks itu terjadi. Ketika pemenang lomba pantomime dibacakan ternyata yang mendapat juara pertama adalah tim saya! how come?! Sepertinya pertunjukkan yang saya bawakan lebih mudah dimengerti daripada regu-regu lainnya. Ini pasti kerja berat bagi para juri untuk memutuskan siapa yang ‘juara’, hahahaha.

2.7.10

Chapter One

Waktu sekolah dasar dulu kita semua pasti pernah ditanya oleh guru dan orang-orang dewasa lainnya mau jadi apa besar nanti. Disaat semua orang ingin menjadi dokter, pilot, pramugari, polisi dan lain sebagainya, saya bercita-cita menjadi penulis. Saya ingat waktu itu guru bertanya pada kami satu-satu dan tiba giliran saya, saya menjawab dengan mantap. Tapi saya baru ingat lagi ternyata saat itu tidak ada yang bercita-cita jadi penulis. untungnya Bu Guru tidak rewel ketika tau jawaban saya, tidak seperti ibu yang ingin saya jadi dokter. Ibu saya pernah memaksa saya untuk memilih fakultas kedokteran waktu SPMB dulu (sekarang namanya SNMPTN…beberapa taun lagi entah apa namanya). Beliau PeDe banget kalo menganggap anaknya pintar eksak, saya buka sedikit rahasia saya, dulu waktu SMA nilai matematika saya di raport pernah dapat 4. Saya gak habis pikir kenapa huruf seperti  x dan y bisa menjadi sebuah angka??! Tapi herannya kimia, fisika dan biologi yang juga termasuk pelajaran eksak nilai saya bagus-bagus. Bahkan guru kimia  pernah meminta saya untuk ikut perlombaan tentang kimia-kimia gitu. Hahaha makasih Bu…wassalam aja. Sekarang saya memang sudah jadi penulis… penulis diary, hehehe. Lumayan lah…usaha sekecil apapun kalo bersungguh-sungguh pasti  ada jalan kesana. Aaamiiin!(ceritanya cerita ini akan bersambung...)

12.6.10

Mozart,Haydn, Schubert???

Beberapa hari yang lalu saya dan salah seorang teman menonton pertunjukan orkestra kampus. Saat itu orkestra yang diperdengarkan adalah orkestra klasik. Saya dan teman sangat excited, kami sedikit banyak mengetahui tentang para legenda seperti Mozart, Beethoven, Schubert dll dari drama Jepang yang berjudul Nodame Cantabille. Walaupun belum bisa mengapresiasi dengan benar pertunjukan tersebut tapi saya mencoba untuk menikmatinya dengan sepenuh hati. Yah itung-itung sebagai simulasi sebelum ke Wina langsung untuk menonton pertunjukan orkestra internasional:p.  Sedikit banyak kami mendapat pelajaran dari pertunjukan malam tersebut bahwa dalam sebuah orkestra ada tata tertib yang harus di patuhi oleh pendengar yang budiman misalnya dilarang mengaktifkan dering HP, dilarang menyalakan blitz kamera ketika mendokumentasikan pertunjukan, penonton  hanya boleh memberikan tepuk tangan sebelum atau sesudah sebuah karya benar-benar selesai dimainkan, dll. Bahkan saya sempat-sempatnya punya ‘ide’ ingin menambahkan aturan tersebut yaitu dilarang pulang sebelum konser usai, hehe. Pertunjukan dibuka dengan membawakan karya Mozart. Ada tiga karya maestro yang dimainkan malam itu, yaitu Mozart, Schubert dan Haydn. Ketika instrument dimainkan saya jadi iri setengah mati, saya juga ingin menguasai salah satu instrumen tersebut. Saat ini saya hanya bisa menguasai ‘recorder’ dan lagu yang dimainkan pun hanya sebatas lagu-lagu wajib nasional(yang sekarang lupa lagi note nya). pertunjukan diakhiri dengan memainkan karya Schubert diiringi tepukan tangan penonton yang mengikuti harmonisasi karya tersebut. Pulangnya saya merasa bak bangsawan abad pertengahan yang baru saja selesai menonton pertunjukan orkestra :D. Yang bisa saya katakan dari pertunjukan tersebut adalah ‘BRAVO!’.
PS. Sebelumnya saya tidak tahu bahwa pertunjukan pertama yang dimainkan merupakan karya Mozart, yang tengah Haydn dan karya terakhir milik Schubert. Mozart, Haydn, Schubert??? Yang penting saya benar-benar terhibur malam itu.

6.6.10

SUKIDA!

Aku suka buku yang kau baca
Aku suka sisi jalan yang kau lewati
Aku suka lantai dimana kau ada
Aku suka semua tempat dimana kau ada
Aku menyukainya!
(Akira-Nobuta Wo Produce)

"Jika nanti aku mencintai seseorang, orang pertama yang kuingat adalah kamu"(Shuji-Nobuta wo Produce)

"Menunggu sih mudah...kubiarkan saja waktu berlalu dan bernapas seperti biasa" (lupa lagi tokohnya tapi ada didalan komik hot blooded girl)

"Getting a cut doesn't help forget the past" (a moment to remember)

"everytime i think of you, i'm sad
everytime i hear your name, i'm mad
but everytime i think of how you made me feel, i'm glad"(NN)

26.5.10

when man in love, he'll do everything...

Judul diatas saya dapatkan dari salah satu status di FB teman saya. Ketika membacanya tiba-tiba saya jadi ingin menulis. Heummm apa benar begitu ya?! Tampaknya asik 'diperjuangkan' hahahaha...
Bicara tentang 'memperjuangakan' cinta...tampaknya tidak salah juga kan kalo itu dilakukan seorang perempuan?! Yayayaya....pasti banyak yang bilang boleh! Tapi kenyataannya masih banyak yang menganggap perempuan seperti itu agresif, mungkin karena budaya kita yang masih patriarki jadi menganggap perempuan sebaiknya menunggu saja. Ayo lihat dari 'sudut' lain...jika punya perasaan cinta keseseorang kenapa orang cenderung menutupinya? Padahal perasaan seperti itu harus ditunjukkan! Gak mau kan setelah beberapa tahun kemudian tahu ternyata si doi juga punya perasaan yang sama dan sekarang kita cuma bisa bilang "ah...coba dulu...". Lebih baik tahu sekarang perasaan dia seperti apa terhadap kita-setidaknya kita pernah berusaha-daripada menyesal kemudian...hehehe..."when man/woman in love, she/he will do everything..." yang ini lebih bagus...setuju??!

18.4.10

Everybody's Unique!

Suatu kali saya pernah marah. Marah saya kala itu terbilang produktif, karena dari marah itu saya menghasilkan sebuah cerpen dan cerpen itu menghasilkan uang. Beberapa tahun lalu ketika saya masih duduk di bangku SMA, suatu hari di perpustakaan, saya bercakap-cakap dengan guru Bahasa Indonesia tentang apapun. Sampailah pembicaraan beliau menanyakan tentang teman saya yang bernama Yuni, karena tumben hari itu saya hanya sendiri. Memang kami sudah seperti roda sepeda-kemana-mana berdua- saya bilang dia tidak masuk karena sakit. Lalu mulailah beliau mendeskripsikan Yuni itu anak seperti apa dan saya seperti apa. Saat itu saya iri sekali, beliau mendeskripsikan Yuni sangat detail dan…yah saya lupa lagi. Tapi ada kalimat yang tidak pernah saya lupa sampai saat ini yang beliau katakan pada saya “ kalau kamu biasa saja, gak ada sesuatu yang unik dari kamu” kurang lebih seperti itu! seperti biasa saya hanya tertawa-karena saya tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Tahu perasaan saya saat itu?! Seperti patah hati! Bukan karena saya mengagumi orang itu atau apalah, tapi ketika remaja bukankah kita sedang getol-getolnya mencari jati diri dan ingin menunjukkannya pada dunia?! Dan pada masa itu ada yang bilang didepan kamu-membuat kamu jadi bertanya…”iya gitu?!”- bahwa kamu anak yang biasa saja?! pulang dari sekolah saya langsung menyalakan komputer dan ‘mengabadikan’ kejadian tadi dalam sebuah cerita. Di endingnya saya menuliskan bahwa tiap orang unik. Bagaimanapun biasanya mereka, Tuhan pasti menyimpan keunikan dalam diri manusia-Dia menyimpannya untuk membedakan manusia satu dengan yang lain. sejak saat itu saya mulai melihat orang lebih dekat, melihat keanehan mereka sebagai sebuah keunikan. Now, words can’t bring me down!

15.4.10

"Sang Pengendali Air"

Tahu serial avatar milik nickelodeon yang dulu sering tayang di salah satu stasiun TV swasta? Serial ini sempat sangat booming, dari anak-anak sampe mahasiswa doyan banget mantengin serial ini-termasuk lah saya didalamnya.Cerita tentang seorang biksu yang bernama Aang yang merupakan reinkarnasi dari seorang avatar. Seorang avatar dapat menguasai dan mengedalikan empat elemen yang ada di bumi ini seperti api, air, tanah, dan angin. Aang sendiri berasal dari ‘klan’ pengendali angin. Masih ingat ceritanya kan? Kalo begitu tidak perlu saya ceritakan lebih lanjut. Nah, cerita kali ini masih tentang pengalaman saya dan teman-teman menyusuri pantai di pesisir selatan Jawa Barat dan kesan kami terhadap serial avatar. Bagi saya khususnya, cerita kali ini merupakan the best scene dari sekian banyak kejadian-kejadian yang kami alami. Selama seminggu berada di alam tentu saja banyak sifat-sifat aneh teman-teman saya yang keluar secara alami. Saya baru menyadari kalau anak-anak cowo’ sangat dan sering melakukan hal konyol. Saat itu saya sampai bermain ‘carilah lima perbedaan’ mereka di kampus dengan di alam. Saya jadi bertanya-tanya apa tanggapan kecengan mereka kalau tahu aslinya mereka seperti itu!? Menyambung cerita avatar diatas, teman-teman saya suka sekali bermain jurus avatar saat itu. mereka bermain jurus pengendali air dengan ombak-ombak, jurus pengendali api ketika mau masak dan menyalakan perapian, jurus pengandali angin kalau ada angin datang, dan jurus pengendali tanah yang saya lupa lagi. Oww…tentu saja lengkap dengan pasang kuda-kuda sebelum mengeluarkan jurus. Saya dan Mita merasa sangat normal kala itu dan tentu saja kami menikmati hiburan tersebut. Ada kejadian ‘naas’ ketika para cowo ini mulai mengeluarkan jurus pengendali air. Salah satu rekan perjalanan saya- sebut saja namanya mawar(untuk melindungi identitas asli)- mulai bermain dengan jurusnya ketika itu. Saya tidak begitu tahu pasti bagaimana kronologis kejadiannya-karena saya berjalan didepan- tiba-tiba si mawar ini berteriak kesakitan. Saya yang saat itu ‘menjabat’ sebagai medic segera meluncur ke ‘TKP’. Saya tanya apa yang terjadi dan ketika rekan-rekan saya yang lebih dulu merubungi beliau bilang bahwa korban disengat ubur-ubur meledak lah tawa saya! sumpah! Saya tidak peduli dengan sakit yang beliau rasakan! Karena saya tidak dapat menghentikan tawa saya akhirnya si mawar dirawat oleh rekan saya Teo. Sampai si mawar bisa berjalan lagi saya masih saja tidak bisa menghentikan tawa saya. Bagi saya itu kejadian yang sangat memalukan! Karena beliau masih mengeluh bahwa kakinya masih sakit maka kami memutuskan untuk istirahat. Kami-yang sehat walafiat-memanfaatkan waktu tersebut dengan tidur siang. Setelah istirahat selama tiga jam lebih barulah mawar merasa baikan dan kami pun melanjutkan perjalanan.

3.4.10

Biskuat plus energen

Bukan maksud hati mau mempromosikan produk diatas, tapi cerita kali ini sangat berkaitan dengan dua produk diatas. Menyambung cerita insiden kecil yang terjadi ketika baru sampai di Pantai Sindang Barang- Cianjur selatan, paginya kami bangun dan melihat-lihat pemandangan sekitar. Hari sudah panas ketika kami selesai berbenah, padahal waktu itu jam baru menunjukkan pukul delapan pagi. Ketika waktunya sarapan, kami sedikit berdiskusi mau sarapan apa pagi itu. Salah satu rekan saya-yang bernama Bagja dan beliau ini orangnya dominan sekali- menyarankan kami cukup makan biskuat dan energen saja. Katanya lagi kalori yang dimiliki dua produk ini sudah mencukupi kebutuhan sampe siang nanti. Kami-yang sepertinya malas untuk masak-mengiyakan saja. Praktis sekali, tinggal ‘lep’ langsung berangkat. Baru jalan sepuluh menit anak-anak cowo' sudah rewel. Bilangnya bawaannya berat lah bilangnya laper lah…hah?! Yang bener aja! Saya tidak merasakan lapar sedikitpun. Tapi akhirnya kami pun memutuskan ‘istirahat’ dan mulai masak. Setelah beres masak,makan dan berbenah kembali, barulah para cowok ini 'diam seribu bahasa'. Saya ingat lagi, teman saya Mita-yang juga salah satu tim- pernah menyanyakan tentang insiden ini- apakah saat itu saya benar-benar merasa lapar? Saya bilang tidak sama sekali, dia pun berpikir seperti itu. Akhirnya kami menyimpulkan mungkin karena timbunan lemak di tubuh kami ini makanya kami sedikitpun tidak merasa lapar-karena ‘cadangan’ makanan masih banyak. Tidak seperti anak-anak cowok yang badannya rata-rata ‘tulang berbalut kulit’. 

 Ditempat ini kami memutuskan untuk masak ^-^.

1.4.10

skripshit!

Jengkel saya sudah mencapai ubun-ubun. Saya tidak sedang jengkel dengan orang lain. Saya sedang jengkel dengan diri sendiri. Beberapa menit yang lalu ibu saya menelepon dan menanyakan tentang skripsi saya! aduh, langsung mood saya jatoh…toh…toh! Saya frustasi! Bagaimana tidak…ini sudah semester 12 tapi saya belum juga lulus. Saya tidak berani bilang bahwa saya masih mengerjakan BAB(sensor), sedangkan ibu saya menduga saya sudah mau beres. Karena stiap ditelepon saya cuma ‘inggih-inggih’ saja. Pernah suatu hari ketik ke-lebay-an saya mencapai titik nadir…saya mikir apa saya mati aja ya biar smua beres. Weeeessss dasar lagi setan…eh maksud saya lagi dibawah pengaruh setan saya jadi mikir sedangkal itu. kalo dirunut-runut salah saya juga siy! Dulu saya banyakan maennya dan terlalu cuek sama kegiatan kuliah. Klasiklah. Jadi gimana sekarang?! Saya gak tau! Ibu saya mengira saya akan diwisuda Agustus 2010 ini. Tapi entahlah. Draft skripsi dikumpul akhir Mei sedangkan saat ini saya belum mengambil penelitian kekelas. Haduh!
Bersambung…

14.3.10

Economie Class

Pertama kalinya saya naik kereta kelas ekonomi waktu saya mau tahun baruan di Jogja. Saya dan Eno-rekan seperjalanan saya memutuskan memilih kelas ini agar gaya backpackernya kerasa banget (padahal lagi kere), he.Sebenarnya saya rada pemilih dalam hal kenyamanan perjalanan. Waktu Eno menawarkan ‘paket wisata’ ini saya sedikit ragu untuk ikut, apalagi ekonomi. Yang terbayang dalam pikiran saya waktu itu adalah copet, toilet yang gak ada airnya, bau yang bercampur aduk, duduk yang berdesak-desakan (enak kalo dapet tempat duduk, lha kalo berdiri sampe Jogja-11 jam- catet ini dengan kereta ekonomi, kalau executive atau bisnis class perjalanan hanya 8 jam- bisa parises saya). Tapi kemudian saya mikir lagi, masih muda aja saya udah banyak bacot gini, udah kayak emak-emak aja. Saya berafirmasi ‘saya masih muda, tulang saya masih kuat, semangat ada, kapan lagi?!” Yup, dengan semangat baru saya meng sms teman saya itu dan menyetujui ajakannya-tadinya saya bilang gak mau ikut. Sesuai tanggal dan waktu yang direncanakan kami pun berangkat menuju stasiun Kiara Condong-Bandung menuju Lempuyangan-Jogja. Jam 6 pagi kereta mulai bergerak. Beberapa hari sebelum berangkat kami dikasih pilihan mau kereta malam apa kereta pagi. Karena kereta malam berangkat sekitar pukul 12 malam kami sudah malas duluan mendengarnya, akhirnya kami memutuskan naik kereta pagi. Banyak cerita terjadi didalam kereta kelas ekonomi ini. Setelah membeli tiket, kami buru-buru naik karena kereta sudah mau berangkat. Wah, saya girang karena masih banyak kursi yang kosong, saya dan Eno langsung main duduk aja. Tidak lama datang petugas yang bilang kalau kami harus bayar lagi buat duduk. Hah?! Kami sedikit mendebat dengan alasan kami sudah membeli tiket, masa duduk saja harus bayar lagi?! Ternyata semua orang yang ada disitu membayar ‘uang duduk’ sebesar 15 ribu karena gerbong yang kami naiki merupakan gerbong restorasi. Karena masih jengkel bercampur heran dengan peraturan itu saya menawar gimana kalo 5ribu aja.“ 5000 ya a’?” tawar saya kayak menawar baju. Setelah bla…bla…yang tidak lama akhirnya disepakati biaya duduk kami 7000ribu saja. Hehehe lumayan! Duduklah kami diantara nenek-nenek jutek. Saya sudah berusaha melempar senyum tapi mereka tidak ada yang membalas. Saya baru tahu dari Eno bahwa tadi mereka ngedumel (dalam bahasa jawa) kenapa kami cuma bayar 7000 sedangkan mereka 15 ribu?! Aduh, jadi gak enak! Tiap tiba di stasiun kecil kereta ini pasti berhenti untuk mengambil penumpang padahal gerbong sudah sangat sesak. Saya berdo’a semoga saya gak pengen pipis di perjalanan. Gila aja, gimana saya bisa menembus manusia yang berjubel dilorong coba?! Kalaupun bisa, belum tentu WC nya layak. Beberapa hari sebelum berangkat saya ngakak karena ada teman yang bilang kereta api kelas ekonomi adalah kereta Argo Sopan( yang saya tahu kereta argo ya argo wilis dan argo gede), karena selalu ‘mempersilahkan’ Argo wilis atau kereta executive lainnya untuk lebih dulu memakai jalur walaupun kereta kami duluan berangkat. Kalau kata orang jawa kereta jenis ini adalah kereta argo loyo-karena jalannya yang loyo-bwahahahaha! Tengah hari barulah saya perlahan-lahan merasakan penderitaan berada di dalam kereta jenis ini. Puanasnyaaaa! Serasa dalam oven! Sampe ada penjual kipas sate didalam kereta. Rasanya saya mau lompat saja keluar! Mana gak bisa liat pemandangan karena jendela ketutupan manusia-manusia yang berdiri. Tidur? Boro2! Saya langsung teringat berita menjelang Idul Fitri yang selalu menayangkan ada aja korban pingsan didalam kereta-malah pernah ada yang sampe kaca kereta harus di pecah untuk mengeluarkan si korban saking orang-orang didalmnya stuck! Saya merinding mengingatnya! Tapi saya bangga pernah punya pengalaman seperti ini. Tidak seperti dikereta executive yang orangnya hanya diam dan langsung tidur ketika kereta mulai berjalan, didalam kereta kelas ekonomi terasa lebih ‘dinamis’ orang-orang nya saling mengobrol, ada drama didalamnya, dll. Karena pengalaman kereta siang yang menyiksa pulang dari Jogja kami mengambil kereta malam biar lebih adem, masih dengan kelas ekonomi-karena duit makin menipis. Ternyata perjalanan malam lebih enak, karena angin-anginan, perjalanan jadi tidak kerasa. Nah, drama terjadi ketika kereta kami yang baru tiba untuk membawa kami ke Bandung pintu gerbongnya semua ditutup oleh orang-orang yang sudah ada didalamnya lebih dulu. Alasan mereka kereta sudah penuh. Tentu saja orang-orang yang sudah membeli tiket seperti kami marah. Pintu dan gerbong di gedor-gedor, sumpah serapah keluar, teriakan-teriakan, sampai petugas harus turun untuk itu semua. Yang kayak gini Cuma ada di Indonesia. Hehehe… Alhamdulillah, saya bisa duduk sampe Bandung malah bisa tidur nyenyak.^-^

12.3.10

insiden kecil

Dua tahun yang lalu, saya dengan 6 orang teman-termasuk saya jadi bertujuh. Menyusuri pantai di pesisir selatan Jawa Barat. Perjalanan dimulai dari Bandung menuju Ciwidey dan diteruskan ke Sindang Barang di Cianjur Selatan. Dari sanalah kami akan memulai perjalanan meyusuri pantai. Hari sudah malam ketika kami sampai ditempat tujuan. Biar perjalanan kami afdol di 'negeri' orang kami segera meminta ijin pada keamanan setempat dan warga. Karena sudah lelah, malam itu tidak banyak yang kami lakukan. Seperti kebiasaan kalau dialam terbuka kami menyalakan perapian dipinggir pantai-tepatnya dibelakang halaman rumah orang. Nah, disinilah pertama kali terjadi insiden kecil, sang empu-nya rumah keluar dengan marah-marah! Alasannya kami membuat perapian di tempat yang mudah terbakar karena disana banyak akar pohon kelapa. Kami yang sudah capek dan mungkin sedikit syok hanya bisa bengong dan manggut-manggut minta maaf. Sepertinya si bapak sedikit kasihan pada kami dan sedikit melembutkan suaranya, kalau kami seharusnya berkemah disana, membuat perapian disana dan bla...bla... 
Hufh... saya bersyukur saat itu kami tidak menjadi tontonan warga. Hanya ada beberapa orang asing yang juga mengelilingi perapian (tapi mereka beneran dipantainya) melihat ke kami dan kembali melanjutkan pembicaraan mereka yang sepertinya serius.
Yah...salah kami juga sih, ngecamp dihalaman belakang rumah orang! Entah kenapa kami bisa memutuskan ngecamp disana saat itu?!
Karena sudah capek tidak ada yang membahas insiden itu dan kami jatuh tertidur dengan cepat.

Foto disebelah merupakan TKP insiden kecil pertama kami dari sekian banyak insiden kecil lainnya ^-^.

3.3.10

bahasa universal

Menurut kamu apa yang menjadi bahasa universal di dunia ini? Yang bisa menjadikan kita semua merasa sama…makhluk yang bernama manusia? Cinta? Heummm. Hehehehe…saya punya pendapat lain, saya lebih memilih “tertawa”. Coba saja lihat orang-orang. Bule, Negro, Cina, Eskimo, Arab dan lain-lain?! Semua pasti sama “Hahahahaha…”. Percaya kan kalau tertawa itu menular?! Menularkan kebahagiaan lagi! Mari sedikit mengendurkan urat saraf dan make some joke…walaupun garing, namanya juga usaha.

7.2.10

keramahan itu menular...

Suatu sore di kampus...

Saya sengaja gak langsung pulang setelah kuliah beres. Sama seperti kebiasaan anak-anak bahasa yang lain, saya juga sering nongkrong di pentagon-nama gedung kuliah saya-dengan teman-teman satu angkatan dan kakak tingkat. Bahkan kami punya sebutan untuk 'kawanan' kami yaitu 'anak nongkrong pentagon' atau "pentagoners". Di pelatarannya kami bisa melihat orang-orang dan kendaraan berseliweran. Saat-saat seperti itu paling enak berkomentar tentang orang-orang yang lewat atau cuma watching people. Nah, suatu sore bus pariwisata lewat di depan kampus saya yang memang kebetulan letaknya sangat strategis itu. Tiba-tiba beberapa orang penumpang yang sepertinya juga mahasiswa melambaikan tangan pada kami dan say hello. Kami yang tadinya bengong menatap jalanan spontan tersenyum, melambai dan say hello juga. Besoknya kami mencoba hal yang sama yang dilakukan oleh orang-orang didalam bis kemaren ketika ada lagi bus yang lewat sore itu- kami say hello dan melambai- dan benar saja, keramahan seperti itu menular. Mereka pun melambai dan tersenyum pada kami.^-^

2.2.10

Si Hitam manis

Saya tidak sedang ngomongin kecengan atau binatang peliharaan. Yang saya maksud si hitam manis disini adalah minuman favorit saya yaitu kopi. Saat ini, kopi merupakan komoditas nomor dua yang paling banyak diperdagangkan setelah minyak bumi. Maka, tidak heran kedai-kedai kopi semakin menjamur di mall-mall atau tempat-tempat nongkrong lainnya, karena kopi merupakan sumber bisnis yang lumayan menjanjikan.  Lihat saja kerajaan starbucks. Sejarah kopi yang saya baca dari berbagai sumber di mulai sejak abad k 9 di dataran tinggi Ethiopia dari sana kemudian menyebar ke Mesir, Yaman, dan pada abad k 15 menyebar luas sampai ke Persia, Mesir, Turki dan Afrika utara. Kopi sempat dilarang karena efek rangsangan yang ditimbulkannya, akan tetapi karena popularitas minuman ini maka, larangan tersebut dicabut oleh Sultan Selim I dari kesultanan Ustmaniyah Turki. Dari dunia muslim, kopi menyebar ke daratan eropa dan minuman ini menjadi populer pada abad ke 17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke eropa. Dan Belanda juga lah yang membawa kopi ke Indonesia. Ada dua jenis kopi yang paling dikenal yaitu jenis Arabika dan Robusta. Jenis Arabika merupakan jenis favorit dan harganya lebih tinggi dari jenis Robusta. Saya pernah sengaja mencicipi kedua jenis ini untuk mengetahui apa yang membedakan Robusta dan Arabika, ternyata aroma yang kuat yang dimiliki oleh Arabika yang menjadikan harganya lebih tinggi dibanding Robusta. Jenis kopi yang banyak dinikmati penduduk Indonesia adalah jenis Robusta. Bisa dimaklumi karena keadaan ekonomi negara ini yang masih 'dibawah standar'. Saya pernah membaca disebuah buku, si pengarangnya ini pernah jalan-jalan ke Indonesia, dan dia sempat miris karena Indonesia merupakan negara pengimpor kopi terbesar kedua setelah brazil tapi masyarakatnya sendiri hanya bisa mencicipi kopi sachet. Bukan kopi kualitas tinggi. Kopi luwak yang termahal didunia pun berasal dari Indonesia...dan saya yakin belum ada yang mencoba kopi ini selain yang maksa, he. Saking gilanya dengan minuman ini, sehari saya bisa menghabiskan 3-4 cangkir kopi sendiri. Apalagi kalau sedang banyak tugas. Padahal itu tidak baik untuk kesehatan(katanya). Karena bagi saya kopi adalah gaya hidup.

27.1.10

let's talk 'bout love!


Bukan saya tiba-tiba melow atau sedang jatuh cinta (tapi memang iya, he). Saya cuma merasakan energinya ada dimana-dimana, itulah yang membuat saya ingin 'ngomongin' soal cinta. Definisi cinta menurut wikipedia adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya adalah sebuah aksi atau kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, patuh, dan mau melakukan apapun yang dikatakan objek tersebut. Jadi cinta itu bisa kepada orang tua, orang tua pada anak, laki-laki kepada perempuan atau sebaliknya, adik kepada kakak atau sebaliknya dst,dts. Karena cinta itu sebuah energi maka dia tidak dapat diciptakan atau tidak dapat dimusnahkan (pernah dengar di pelajaran fisika kan?!), energi dapat membangun atau menghancurkan...begitu juga dengan cinta...dia dapat membuat manusia lebih baik atau bahkan menjadi lebih buruk...ini sekalian mengingat kan saya...hati-hati bermain hati.

13.1.10

talk about nothing!


Ini cuma sekedar curhatan saja. Bukan tulisan yang berarti. Kemaren saya nonton film pendek di kosan teman saya. Hanya berdurasi sekitar 15 menitan. Judul filmnya SIGN. Tentang cowok lajang yang bosan dengan rutinitas hidupnya dan need some love. Suatu hari dia tidak sengaja melihat keluar jendela tempatnya bekerja  dan melihat cewek di seberang kantornya. Si cewek merasa diperhatikan dan menyapa si cowok duluan dengan tulisan. Mereka pun memperkenalkan diri masing-masing dengan kertas yang ditulis huruf kapital agar bisa dibaca si cewek bernama STACEY dan si cowok bernama JASON. Pendek cerita mereka menjadi dekat dan berbicara melalui kertas-kertas yang mereka tulisi. dan hidup si cowok pun penuh warna, dia bangun dengan semangat dan pergi kekantor dengan senyum mengembang. Tapi mereka belum pernah bertemu secara langsung. Suatu hari si cewek menuliskan bahwa dia memiliki rahasia dan rahasianya adalah dia  sudah memperhatikan si cowok lama sebelum si cowok menyadari keberadaannya. Ketika si cowok ingin mengajak si cewek ketemuan dia sedikit nervous dan hari itu dia tidak berhasil mengangkat kertas yang isinya ajakan untuk ketemuan tersebut. Besoknya si cowok sudah bertekad akan mengangkat kertas itu. Tapi apa yang terjadi sodara-sodara? Malah kantor si cewe diisi dengan pegawai baru. Hancurlah hati si cowo, dia mengira tidak akan bertemu lagi dengan si cewek. Hidupnya kembali membosankan! Tapi keesokan harinya ada cahaya yang dipantulkan melalui cermin mengganggu si cowok. Ketika dilihatnya itu adalah ulah si cewek yang ternyata hanya pindah ruangan jason kembali bersemangat. Ternyata si cewe bukan menghilang tapi dia mendapat promosi dari atasannya. Tanpa menunggu lagi si cowo langsung menuliskan ajakannya untuk bertemu " DO U WANT 2 MET?" and you know what?! si cewe menuliskan "TOUGH YOU'D NEVER ASK"...huuuu romantis. hanya dengan tulisan-tulisan melalui meja kerja dan gedung yang berbeda mereka terconnected! sederhana sekali! Emmm... sebenarnya malam ini saya sedang menunggu seseorang online. Tapi sepertinya dia tidak bisa...ya sudahlah. Kadang kita terhubung dengan cara yang tidak diduga-duga.

8.1.10

i'm just lil' upset

orang-orang selalu bisa mengatakan apa yang seharusnya orang lain(baca: saya) lakukan, tapi tidak tahu apa yang harus mereka lakukan!
 
berrycreme© DiseƱado por: Compartidisimo