topbella

31.10.09

belajar dari film

Akhri-akhir ini saya lagi gemar-gemarnya nonton film. Walopun cuma dalam format DVD tapi saya puas karena lebih private. Apalagi banyak film jadul yang belum saya tonton saya temukan di rak-rak rental DVD. Ada beberapa film yang masih membekas dalam ingatan saya sampai saat ini. yaitu: "Life is Beautiful" yang diperankan oleh Roberto Begigni(semoga saya gak salah ketik). berlatar negara Itali sekitar tahun 30-40an ketika NAZI sedang jaya-jayanya. Ceritanya sederhana sekali, bagaimana seorang ayah membuat anaknya tidak merasakan penderitaan yang dibuat oleh NAZI, bagaimana kerja sang ayah agar anaknya tetap merasa berada dalam sebuah permainan ketika mereka ditahan di camp konsentrasi. Kisah ini berakhir tragis, karena akhirnya sang ayah ditembak mati oleh seorang tentara jerman. Yang membuat saya berderai air mata adalah sang ayah masih berusaha dan bisa membuat anaknya tertawa di hari terakhirnya. Film yang kedua yaitu, Atonement. Diperankan oleh Kiera Nightly(Cecilia). berlatar Inggris tahun 30an. Isi film ini sebenarnya klasik, bahwa seorang anak pembantu jatuh cinta dengan anak majikan dan mereka saling mencintai. Yang membuatnya spesial adalah ketika prasangka berubah menjadi petaka. Briony(adik Cecilia) juga mencintai anak pembantu mereka.Yang tidak ia ketahui adalah cinta kakak dan anak pembantunya-yang bernama Robbie- begitu dalam. Api cemburu dan prasangka telah membuat Briony membuat kesaksian palsu bahwa Robbie memperkosa sepupu mereka Lola. Yang terjadi akhirnya Robbie dipenjara dan meninggal di medan perang dengan menyimpan kerinduan yang dalam terhadap Cecilia, sedangkan Cecilia kabur dari rumah dan tidak pernah mau berbaikan dengan keluarganya, ia pun meninggal secara tragis ketika mengungsi, dan Briony yang terus merasa bersalah sampai akhir hayatnya karena menghalangi bersatunya dua insan yang sama-sama ia cintai. film ketiga yaitu, The Reader. juga berlatar zaman NAZI-di Jerman. diperankan oleh Kate Winslet. Film ini berkisah tentang cinta terlarang dan kebohongan. Cinta seorang bocah 15 tahun dengan wanita berumur 30an. Yang tidak diketahui si bocah adalah bahwa wanita nya menyimpan begitu banyak rahasia.Dan si wanita tidak tahu bahwa apa yang telah dilakukannya pada sang bocah begitu membekas dan begitu banyak merubah tujuan hidup si bocah. Selama hubungan terlarang mereka, si bocah selalu membacakan cerita untuk si wanita, setelah itu mereka akan bercinta-begitu seterusnya. Sampai suatu ketika si wanita pergi tanpa pamit dari kehidupan sang bocah. Mereka dipertemukan lagi dalam sebuah kasus dimana si wanita menjadi tersangka penjahat perang pada zaman NAZI. Dan si bocah yang saat itu sebagai mahasiswa hukum melihat jalannya sidang. Akhirnya si bocah menydari bahwa si wanita tidak bisa baca-tulis sama sekali. Namun ia malu mengakuinya, dan karena ia tidak bisa baca tulis ia dimanfaatkan oleh teman-temannya sesama terdakwa dan mendapat hukuman seumur hidup. Untuk lebih detailnya silahkan tonton sendiri filmnya. Ya... memang lebih banyak bergenre drama. Tapi bukankah kehidupan juga penuh drama. Karena itulah saya bisa bilang kita dapat belajar dari film. Belajar bagaimana bersikap ditengah kemelut hidup, belajar untuk membuang jauh prasangka buruk, belajar untuk jujur sebelum kita sadar kita sudah menghancurkan impian manusia yg lain.

1 komentar:

aink mengatakan...

mmmhhh.. kayanya film yang berat tuh.. gw lom pernah nonton

 
berrycreme© DiseƱado por: Compartidisimo