Tahu serial avatar milik nickelodeon yang dulu sering tayang di salah satu stasiun TV swasta? Serial ini sempat sangat booming, dari anak-anak sampe mahasiswa doyan banget mantengin serial ini-termasuk lah saya didalamnya.Cerita tentang seorang biksu yang bernama Aang yang merupakan reinkarnasi dari seorang avatar. Seorang avatar dapat menguasai dan mengedalikan empat elemen yang ada di bumi ini seperti api, air, tanah, dan angin. Aang sendiri berasal dari ‘klan’ pengendali angin. Masih ingat ceritanya kan? Kalo begitu tidak perlu saya ceritakan lebih lanjut. Nah, cerita kali ini masih tentang pengalaman saya dan teman-teman menyusuri pantai di pesisir selatan Jawa Barat dan kesan kami terhadap serial avatar. Bagi saya khususnya, cerita kali ini merupakan the best scene dari sekian banyak kejadian-kejadian yang kami alami. Selama seminggu berada di alam tentu saja banyak sifat-sifat aneh teman-teman saya yang keluar secara alami. Saya baru menyadari kalau anak-anak cowo’ sangat dan sering melakukan hal konyol. Saat itu saya sampai bermain ‘carilah lima perbedaan’ mereka di kampus dengan di alam. Saya jadi bertanya-tanya apa tanggapan kecengan mereka kalau tahu aslinya mereka seperti itu!? Menyambung cerita avatar diatas, teman-teman saya suka sekali bermain jurus avatar saat itu. mereka bermain jurus pengendali air dengan ombak-ombak, jurus pengendali api ketika mau masak dan menyalakan perapian, jurus pengandali angin kalau ada angin datang, dan jurus pengendali tanah yang saya lupa lagi. Oww…tentu saja lengkap dengan pasang kuda-kuda sebelum mengeluarkan jurus. Saya dan Mita merasa sangat normal kala itu dan tentu saja kami menikmati hiburan tersebut. Ada kejadian ‘naas’ ketika para cowo ini mulai mengeluarkan jurus pengendali air. Salah satu rekan perjalanan saya- sebut saja namanya mawar(untuk melindungi identitas asli)- mulai bermain dengan jurusnya ketika itu. Saya tidak begitu tahu pasti bagaimana kronologis kejadiannya-karena saya berjalan didepan- tiba-tiba si mawar ini berteriak kesakitan. Saya yang saat itu ‘menjabat’ sebagai medic segera meluncur ke ‘TKP’. Saya tanya apa yang terjadi dan ketika rekan-rekan saya yang lebih dulu merubungi beliau bilang bahwa korban disengat ubur-ubur meledak lah tawa saya! sumpah! Saya tidak peduli dengan sakit yang beliau rasakan! Karena saya tidak dapat menghentikan tawa saya akhirnya si mawar dirawat oleh rekan saya Teo. Sampai si mawar bisa berjalan lagi saya masih saja tidak bisa menghentikan tawa saya. Bagi saya itu kejadian yang sangat memalukan! Karena beliau masih mengeluh bahwa kakinya masih sakit maka kami memutuskan untuk istirahat. Kami-yang sehat walafiat-memanfaatkan waktu tersebut dengan tidur siang. Setelah istirahat selama tiga jam lebih barulah mawar merasa baikan dan kami pun melanjutkan perjalanan.

15.4.10
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
kasian bgt dikasih nm mawar.....
Posting Komentar