topbella

7.11.09

no body's perfect...


Tidak dipungkiri lagi, tiap wanita ingin terlihat cantik mempesona walau yang mengaku cuek Justify Fullsekalipun. Kita bisa melihat dari semakin maraknya iklan-iklan produk kecantikan di TV. Kita tidak bisa menyalahkan iklan-iklan tersebut karena seolah-olah membentuk opini publik bahwa cantik seharusnya begini atau begitu. Yang perlu kita tanyakan kenapa iklan seperti itu semakin marak? Tidak lain karena konsumennya sendiri-terutama cewek-yang ingin terlihat cantik. Artinya apa? Penjualan mereka meningkat karena permintaan banyak. Menjadi cantik tidak salah malah keinginan seperti itu termasuk positif-menurut saya. Hanya saja yang membuat saya terheran-heran keinginan tersebut bahkan sampai menjadi obsesi. Bayangkan, cewek umur 20an sudah mulai mencoba krim anti aging yang disarankan untuk wanita 40an ke atas! Kenapa hal ini terjadi? Karena mereka gak PD. Para cewek berharap dengan memakai krim X, mereka bisa "mengalihkan dunia" cowok-cowok. Saya juga tidak munafik bahwa saya ingin terlihat cantik salah satu alasannya adalah untuk menarik perhatian lawan jenis. Saya jadi ingat lagi, suatu sore saya dan teman saya yang saat itu sedang hopeless dengan kisah asmara kami, bertanya pada salah seorang teman cowok mengapa kami seperti tidak "diminati"?! Jangankan dapat pacar, di PDKT in pun enggak. Padahal, kami merasa kami gak ancur-ancur banget. Si temen cowok saya ini diam beberapa saat (dia pasti setuju kalo kami termasuk cakep:p) lalu tak berapa lama keluarlah kata-kata yang bikin dzziiiggg itu- singkat, padat, tepat sasaran- katanya begini " Jig lah maraneh dandan!" Terjemahan bebasnya bisa diartikan seperti ini " sana dandan lu pada!" Jengkel...pertamanya, tapi setelah saya perhatikan diri sendiri dari atas-kebawah-bawah-keatas-jeans kebangsaan yang cuma dicuci seingatnya, muka yang gak pernah kenal bedak, berat badan yang gak pernah dikontrol, t-shirt lagi t-shirt lagi, bener aje! Tapi kesininya saya jadi berterima kasih atas 'nasihat' beliau, he. Oke, balik ke topik cantik tadi, cantik sangat bisa diusahakan. Baca aja majalah-majalah remaja yang sering membahas isu ini. Banyak kok majalah-majalah cewek yang mengedukasi masalah ini.Hanya saja kalo sudah menggerogoti kepercayaan diri- misal bolak-balik ngaca tiap 5menit skali, poles sana-poles sini 10 ment skali, atur poni 7 menit skali, etc- ini berarti seseorang itu butuh alarm. Bagaimana dengan inner beauty yang kesannya lebih long lasting dan powerfull? Saya sangaaatt setuju. Tapi inner saja tidak cukup kan? Orang pertama-tama pasti dilihat fisiknya dahulu. Jangan seperti pengalaman saya pada 'jaman jahiliyah' itu. Ke PDan mengandalkan inner beauty(PD banget lo!), dan me nomorduakan outer beauty. Kalo udah merasa bener dengan inner beauty tinggal di bereskan outer nya, begitu juga sebaliknya. Kalo krim kecantikan dan "kebersihan hatimu" belum juga membangkitkan rasa PD mu, ingat saja satu hal- Nobody's perfect!

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Tampilan bisa dipoles, karakter dan sifat sulit dipoles... Emang gak selamanya jadi diri sendiri itu bagus, ada kalanya kita berpura2. Pura2 baik, cantik dan pura2 awet muda pake krim anti aging... hehe...

Anonim mengatakan...

yap stuju....kt ini berdasarkan lingkungan kita, ga da yg orisinil lg.

aink mengatakan...

korban iklan....

 
berrycreme© DiseƱado por: Compartidisimo