Suatu kali saya pernah marah. Marah saya kala itu terbilang produktif, karena dari marah itu saya menghasilkan sebuah cerpen dan cerpen itu menghasilkan uang. Beberapa tahun lalu ketika saya masih duduk di bangku SMA, suatu hari di perpustakaan, saya bercakap-cakap dengan guru Bahasa Indonesia tentang apapun. Sampailah pembicaraan beliau menanyakan tentang teman saya yang bernama Yuni, karena tumben hari itu saya hanya sendiri. Memang kami sudah seperti roda sepeda-kemana-mana berdua- saya bilang dia tidak masuk karena sakit. Lalu mulailah beliau mendeskripsikan Yuni itu anak seperti apa dan saya seperti apa. Saat itu saya iri sekali, beliau mendeskripsikan Yuni sangat detail dan…yah saya lupa lagi. Tapi ada kalimat yang tidak pernah saya lupa sampai saat ini yang beliau katakan pada saya “ kalau kamu biasa saja, gak ada sesuatu yang unik dari kamu” kurang lebih seperti itu! seperti biasa saya hanya tertawa-karena saya tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Tahu perasaan saya saat itu?! Seperti patah hati! Bukan karena saya mengagumi orang itu atau apalah, tapi ketika remaja bukankah kita sedang getol-getolnya mencari jati diri dan ingin menunjukkannya pada dunia?! Dan pada masa itu ada yang bilang didepan kamu-membuat kamu jadi bertanya…”iya gitu?!”- bahwa kamu anak yang biasa saja?! pulang dari sekolah saya langsung menyalakan komputer dan ‘mengabadikan’ kejadian tadi dalam sebuah cerita. Di endingnya saya menuliskan bahwa tiap orang unik. Bagaimanapun biasanya mereka, Tuhan pasti menyimpan keunikan dalam diri manusia-Dia menyimpannya untuk membedakan manusia satu dengan yang lain. sejak saat itu saya mulai melihat orang lebih dekat, melihat keanehan mereka sebagai sebuah keunikan. Now, words can’t bring me down!

18.4.10
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

4 komentar:
Setuju, tiap orang tu punya kelebihan masing. Dan tak ada yang sempurna.
Walaupun ada peribahasa "Practise makes perfect" tp tetap saja "Nobody perfect" jadi : why practise!
hahaha
sp gru yg blg gtu? bu sri???
definisi unik di mata orang lain berbeda. Unik saya dan unik mereka pun berbeda. Jadi gak ada ukuran pasti tentang kategori orang2 unik
ambil hikmahnya, bwahahahah..
Posting Komentar