topbella

23.7.10

Chapter Four (my family)

Saya selalu merasa keluarga saya aneh. Keluarga kami keluarga kecil. Ortu saya hanya punya tiga anak. Begitu pula paman2 dan bibi2 saya. Bapak saya cuma tiga bersaudara dan ibu saya lima. Untuk ukuran orang dulu anak segitu sedikit. Jadi, kalo ngumpul lebaran dengan ‘keluarga besar’…saya bisa kenal sepupu saya satu-satu. Balik lagi ke keanehan keluarga saya. Saya kasih contoh sedikit saja misalnya, ibu saya, disaat semua ibu menyimpan poto-poto anak-anak mereka ketika masih kecil ibu saya malah membuangnya, kata beliau ‘nyampah’. Tidak hanya poto, ibu saya juga ringan tangan membuang buku-buku bapak saya-kata beliau lagi ‘jadi sarang rayap’. Saya tidak tahu harus tertawa atau menangis. Pernah waktu pulang lebaran kemarin saya membongkar semua rak untuk mencari album poto. Saya mau mengumpulkan poto2 saya waktu masih kecil. Saya iri melihat teman-teman mengupload poto2 mereka waktu kecil. Ketika saya tanyakan kemana semua album itu ibu saya dengan enteng menjawab “tah…lah lamo dibuang”(entah…sudah lama dibuang). Kalo saya bisa mental seperti di film kartun saya mental saat itu! Lalu bapak saya. Pernah waktu saya masih SD, kami sekeluarga membersihkan pekarangan rumah baru kami. Bapak menggali gundukan tanah untuk meratakannya. Saat itu daerah saya masih sepi dan kata orang lagi masih jadi sarang kunti. Bapak menemukan beberapa telur yang panjang dari gundukan tanah itu. Beliau menyerahkannya pada saya dan memerintahkan telur itu untuk di kasih ke ibu saya supaya di masak. Saya curiga itu telur ular, tapi saya menurut saja. Tak lama ibu saya keluar dan ‘memarahi’ bapak saya karena itu telur ular! Mereka berdua berdebat itu telur apa, lama-lama kayaknya bapak saya sadar itu telur ular, tapi beliau keukeuh bilang halal aja kalo telur dimasak. Untung tidak ada yang mendengar perdebatan mereka karena kalo ada saya lebih baik ditelan bumi! Lalu saudara kembar saya, dia orang yang sarkastis dan sering sekali mendebat. Misalnya siapa juara ketiga waktu piala dunia di Korsel-Jepang. Dia dan temannya berdebat panjang soal ini dan dua-duanya salah! Lalu adik saya yang bungsu. Saya rada-rada gak bisa sabar kalau sudah berdiskusi dengan dia. Kalo saya orangnya impulsif dia orang yang terlalu lama mikir. Terlalu banyak pertimbangan sampai-sampai bisa saja saya tidur dulu baru akhirnya dia mengambil keputusan! Waktu masih kecil adik saya yang bungsu bilang kalau sudah besar nanti dia ingin jadi supir Bus. Apa sih yang ada dipikirannya?! Terakhir saya, tidak ada yang perlu diceritakan tentang saya, karena saya yang paling keren,hahahaha! Waktu jalan sore hari dengan seorang teman-kami sadar, siapa sih yang bisa menerima kita apa adanya selain keluarga?!

5 komentar:

gigin yeahs mengatakan...

hmm iyah ya keluarga anna pada aneh..haha. tp ann karena kita hidup di negara demokratis, mungkin anna yang diannggap aneh oleh ortu dan sodara2 anna. xixiixi..

iya ann,aku juga kalo lg mentok kemana2 langsung lari aja k rumah, karena merekalah saya ada, dan mereka selalu siap menenangkan. hamdalah..(:

aink mengatakan...

menurut penerawangan saya, telur yg bapak anda temukan adalah telur anaconda..
harusnya jangan dmasak.. dijual aj..wkwkwkwk

Anonim mengatakan...

wkwkwkwk.....gambaran tentang gw kurang banyak, tambahin lagi,

anna mengatakan...

@ ogin: hahaha...bisa jadi Gin saya juga aneh.
@ aink: kepikiran ya...profit oriented.
@ anonym: sapa lu...PD bgt! nih gw tambahin misalnya lu selalu sms c abang pdhl orgnya gk pduli. klo gw udh nyerah!

Anonim mengatakan...

mak lu beda sama mak gua. Mak gua justru mengkoleksi barang2 yang mungkin gak akan kepake. Alesannya, "kelak pasti kepake". Wkwkwkk...

 
berrycreme© DiseƱado por: Compartidisimo