Kali ini adalah ‘pengalaman paling menyebalkan atau paling bodoh yang pernah saya alami’. Suatu kali waktu masih SMP- lebih tepatnya MTs- saya dan sodara pernah mengikuti PERSAMI(perkemahan sabtu-minggu) disekolah. Jujur saja saat itu saya tidak terlalu tertarik dengan apapun yang berkaitan dengan pramuka. Hanya saja pramuka disekolah saat itu sangat hidup sampai-sampai barangsiapa yang tidak mengikuti kegiatan tersebut akan dikenai denda atau hukuman esok paginya. Sangat mengintimidasi seseorang seperti saya yang bukan pembangkang. Saya orang yang selalu cari aman. Dengan setengah hati saya selalu setia mengikuti kegiatan tersebut selama tiga tahun saya disekolah itu! Jadi, balik lagi kekegiatan persami tadi. Nah, semua tampak baik-baik saja sampai suatu ketika ketua regu kami datang dan memberitahu kegiatan dan perlombaan yang harus diikuti setiap regu untuk mengisi persami itu. Saya sudah ada filing gak enak ketika ketua regu membacakan jenis-jenis lomba dan didalamnya ada perlombaan pantomime. Kenapa filing saya gak enak? karena setiap orang sudah kebagian lomba, itu berarti hanya pantomime yang tersisa untuk saya dan sodara saya. Semua mata tertuju pada kami dan dengan bahasa diplomasi yang basi ketua regu meminta kami untuk mengisi lomba ini. Pantomime?! Ya ampun, saya tidak bisa berpikir sama sekali?! Dengan ide cerita dadakan, saya dan sodara saya dibantu seorang teman menunggu giliran ‘manggung’. Saya ingat-ingat lupa apa yang saya lakukan saat itu. jangankan penonton saya pun tidak mengerti tema apa yang sebenarnya saya mainkan! Sebagai formalitas semua penonton bertepuk tangan setelah giliran saya usai. Hufh, untung tidak banyak yang menonton saat itu karena penonton lebih berminat menonton lomba lain yang lebih masuk akal daripada pantomime. Ketika semua lomba-lomba usai dan tiba saatnya pengumuman para juara, saya sudah tidak berminat sama sekali. Tapi saya ikut juga meramaikan acara penutupan itu. Nah, disinilah antiklimaks itu terjadi. Ketika pemenang lomba pantomime dibacakan ternyata yang mendapat juara pertama adalah tim saya! how come?! Sepertinya pertunjukkan yang saya bawakan lebih mudah dimengerti daripada regu-regu lainnya. Ini pasti kerja berat bagi para juri untuk memutuskan siapa yang ‘juara’, hahahaha.
15.7.10
Chapter Two(it's all about me and always about me:p)
Kali ini adalah ‘pengalaman paling menyebalkan atau paling bodoh yang pernah saya alami’. Suatu kali waktu masih SMP- lebih tepatnya MTs- saya dan sodara pernah mengikuti PERSAMI(perkemahan sabtu-minggu) disekolah. Jujur saja saat itu saya tidak terlalu tertarik dengan apapun yang berkaitan dengan pramuka. Hanya saja pramuka disekolah saat itu sangat hidup sampai-sampai barangsiapa yang tidak mengikuti kegiatan tersebut akan dikenai denda atau hukuman esok paginya. Sangat mengintimidasi seseorang seperti saya yang bukan pembangkang. Saya orang yang selalu cari aman. Dengan setengah hati saya selalu setia mengikuti kegiatan tersebut selama tiga tahun saya disekolah itu! Jadi, balik lagi kekegiatan persami tadi. Nah, semua tampak baik-baik saja sampai suatu ketika ketua regu kami datang dan memberitahu kegiatan dan perlombaan yang harus diikuti setiap regu untuk mengisi persami itu. Saya sudah ada filing gak enak ketika ketua regu membacakan jenis-jenis lomba dan didalamnya ada perlombaan pantomime. Kenapa filing saya gak enak? karena setiap orang sudah kebagian lomba, itu berarti hanya pantomime yang tersisa untuk saya dan sodara saya. Semua mata tertuju pada kami dan dengan bahasa diplomasi yang basi ketua regu meminta kami untuk mengisi lomba ini. Pantomime?! Ya ampun, saya tidak bisa berpikir sama sekali?! Dengan ide cerita dadakan, saya dan sodara saya dibantu seorang teman menunggu giliran ‘manggung’. Saya ingat-ingat lupa apa yang saya lakukan saat itu. jangankan penonton saya pun tidak mengerti tema apa yang sebenarnya saya mainkan! Sebagai formalitas semua penonton bertepuk tangan setelah giliran saya usai. Hufh, untung tidak banyak yang menonton saat itu karena penonton lebih berminat menonton lomba lain yang lebih masuk akal daripada pantomime. Ketika semua lomba-lomba usai dan tiba saatnya pengumuman para juara, saya sudah tidak berminat sama sekali. Tapi saya ikut juga meramaikan acara penutupan itu. Nah, disinilah antiklimaks itu terjadi. Ketika pemenang lomba pantomime dibacakan ternyata yang mendapat juara pertama adalah tim saya! how come?! Sepertinya pertunjukkan yang saya bawakan lebih mudah dimengerti daripada regu-regu lainnya. Ini pasti kerja berat bagi para juri untuk memutuskan siapa yang ‘juara’, hahahaha.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

5 komentar:
kok lu gak pernah pantomime di depan gua??. :p
hahaha.. g kbayang lu pantomim..
@cyglee: i never do that again!
@aink: gw jg gak kebayang
wahh hebat euy..aku pengen bisa dong ann berpantomim., ajarin dung..
ceritanya waktu tuh, minjem duit buat beli apa trus ga dikasih trus ada adegan nangis gt ga ya????
Posting Komentar